Kulabdam Butuh Satu Pukulan, Sangmanee Ingin Menghibur Lewat Kelincahannya

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Left Meteorite” Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai tengah mengemban misi besar di ONE Championship.
Pada Jumat, 21 Agustus, ia berhadapan dengan kompatriotnya “The Million Dollar Baby” Sangmanee Klong SuanPluResort dalam laga utama ONE: NO SURRENDER III di Bangkok, Thailand.
Perhelatan ini dapat disaksikan lewat ONE Super App, Vidio, dan MAXstream mulai pukul 19:30 WIB pada Jumat, 21 Agustus. Selain itu, SCTV akan menyiarkannya mulai pukul 23:30 WIB pada hari yang sama.
Duel Sangmanee vs. Kulabdam merupakan laga babak semifinal kedua dalam Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai. Sang pemenang akan menghadapi Saemapetch Fairtex dalam babak final.
Juara turnamen ini nantinya akan menantang Nong-O Gaiyanghadao untuk memperebutkan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai.
“Tujuan pribadi saya bersama ONE Championship adalah untuk menjadi seorang juara,” tutur Kulabdam.
Kulabdam, yang telah dua kali menjadi Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai dengan rekor profesional 61-10-5, mencetak debut bersama ONE pada bulan September lalu melawan petarung peringkat dua dalam divisi bantamweight Muay Thai, Bobo “The Panther” Sacko.
Kini, ia akan menghadapi peringkat teratas dalam divisi ini, Sangmanee. Baginya, laga ini cukup mengintimidasi sekaligus membuatnya bersemangat.
“Sangmanee memiliki gaya bertarung kemampuan tinggi dengan IQ tanding luar biasa,” kata Kulabdam.
“Taktik paling menakutkan dari Sangmanee adalah kaki kiri dan kedua sikunya. Mereka sangat menakutkan. Saya merasa cukup khawatir, tetapi saya senang bertanding menghadapi lawan sekaliber dirinya.
Kulabdam jelas menghadapi sebuah tugas yang sangat berat, namun ia yakin kemampuan tinjunya yang eksplosif akan memberinya kemenangan.
“Saya yakin dengan kekuatan pukulan saya. Jika saya meninjunya, itu akan cukup pastinya,” kata Kulabdam, salah satu dari tujuh Juara Dunia yang tampil di ONE: NO SURRENDER III.
Gerakan Sangmanee memang sulit dipahami. Teknik terasah dan serangan dari sisi kirinya telah memberinya tujuh gelar Kejuaraan Dunia Muay Thai dan rekor profesional 182-27-5.
Sejak menjalani debut di atas panggung dunia, ia telah mencatatkan rekor 2-0 usai mengalahkan striker Perancis-Maroko Azize Hlali dan bintang Jepang Kenta Yamada.
“Kulabdam adalah petinju yang berpengalaman dan agresif,” kata perwakilan Sathian MuayThai ini.
“Ini akan menjadi sebuah tantangan karena sarung tangan yang digunakan cukup kecil, dan petinju dengan gaya pukulan keras akan lebih diuntungkan. Maka, saya harus mempersiapkan tubuh saya, mencoba yang terbaik, serta tetap terfokus.”
Tentunya, melindungi dirinya sendiri adalah salah satu bagian dari game plan Sangmanee. Ia juga akan mengincar cara untuk menggunakan pergerakannya, mencari celah, serta mendapatkan keunggulan dengan kemampuan strikingnya.
“Saya menggunakan kelincahan saya, menghindari serangannya, serta mencoba yang terbaik untuk membendung pukulannya,” katanya.
“Saya yakin tendangan saya akan menjadi lebih cepat dari dirinya. Saya akan menggunakan ini juga.”
