Konten dari Pengguna

Lahir Terlantar di Jalanan, Adriano Moraes Ingin Hadiah Kemenangan Bagi Ibunya

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mantan juara dunia ONE Flyweight ONE Championship, Adriano Moraes. Foto: ONE Championship
zoom-in-whitePerbesar
Mantan juara dunia ONE Flyweight ONE Championship, Adriano Moraes. Foto: ONE Championship

Adriano Moraes memiliki motivasi lebih untuk menang dalam laga menghadapi Demetrious Johnson di ONE Fight Night 10 pada Sabtu (6/5/2023). Ia ingin mempersembahkan kemenangan untuk ibu angkat yang telah memberinya kehidupan.

Laga tersebut akan menjadi duel trilogi bagi keduanya yang telah berbagi angka satu sama dalam dua pertemuan terakhir. Kini, petarung MMA kelahiran Brasil itu berhasrat untuk merebut kembali sabuk emas, sekaligus memberi hadiah istimewa bagi ibu angkat yang telah menyelamatkannya dari kerasnya kehidupan jalanan di Brasil.

Sebelum mencapai puncak karier dalam MMA, Moraes memiliki masa kecil yang pilu. Sesaat setelah dilahirkan pada April 1988, ia ditelantarkan oleh ibu kandungnya di jalanan. Hingga kini, ia belum pernah bertemu dengan sosok ibu biologisnya.

“Ibu kandung saya menelantarkan saya di jalanan Brasil saat saya baru lahir,” ungkap petarung berjuluk Mikinho ini.

“Saya lalu diantar oleh seseorang ke sebuah panti asuhan,” lanjutnya

Saat berusia 3 tahun, dia diadopsi oleh Mirtes Moraes, seorang perempuan yang kini dia panggil sebagai ibu.

instagram embed

“Saya selalu mengobrol dengan ibu setiap hari agar pikiran saya tetap positif. Ibu berarti segalanya bagi saya. Dia adalah idola saya,” jelas Moraes.

Di rumah barunya, Moraes diasuh dan dibesarkan Mirtes seperti darah dagingnya sendiri. Walau begitu, fakta bahwa ia adalah anak pungut membuat banyak teman yang mencibirnya.

Saat mencoba melawan para pembully, sebuah pengalaman penting ia petik. Moraes harus babak belur dalam perkelahian jalanan. Dari situ, sang ibu membawa Moraes untuk berkenalan dengan BJJ, seni bela diri yang akhirnya membuka banyak pintu bagi Moraes.

Atlet Brasil itu menjalani debut profesional dalam MMA pada 2011. Selama tiga tahun berikutnya, dia memenangi 12 dari 13 laga serta merebut gelar sebuah kejuaraan nasional di Brasil.

Bakatnya pun tercium oleh ONE Championship. Puncaknya, Moraes meraih kejayaan dengan mengalahkan Geje Eustaquio pada September 2014 untuk menjadi orang pertama yang merebut gelar juara dunia ONE Flyweight.

Adriano Moraes mengalami pasang surut dalam kariernya. Ia mengalami kekalahan dari Kairat Akhmetov, hingga Demetrious Johnson dalam laga perebutan gelar di ONE Fight Night 1. Demi sang ibu yang telah mengubah hidupnya, Moraes bertekad untuk membalas kekalahan dari Demetrious Johnson dan kembali merajai takhta MMA.

"Saya melakukan semuanya untuknya [ibu angkat Moraes], dan saya akan tetap melakukan semuanya untuknya," ujar Moraes.

Download ONE Super App untuk Mengikuti Perkembangan Terbaru ONE Championship!

video youtube embed

ONE Fight Night 10 merupakan ajang unggulan ONE Championship pada tahun ini yang menandai kehadiran perdananya di daratan Amerika Serikat.

Ajang yang dihelat pada Jumat malam waktu setempat ini akan tayang di Indonesia pada Sabtu (6/5/2023) mulai pukul 06.00 WIB dan dapat disaksikan lewat Netverse, Net TV, serta Youtube dan Facebook ONE Championship.

kumparan post embed