Membedah Laga Seni Bela Diri Explosif di ONE: BIG BANG II Bersama Rudy Agustian

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Event ONE: BIG BANG II semalam menyisakan euforia akan sederet laga ONE Championship explosif yang menjadi highlight.
Telah direkam sebelumnya dari Singapore Indoor Stadium dan tayang pada Jumat, 11 Desember, ONE: BIG BANG II menampilkan sejumlah laga panas dalam kickboxing, Muay Thai dan seni bela diri campuran dalam satu kartu pertandingan di malam itu.
Laga dibuka oleh pertemuan antara petarung berbakat dari Rich Franklin's One Warrior Series Ali Motamed melawan "The Ghost" Chen Rui.
Dengan kekuatan pukulanya yang keras, Chen Rui berhasil menjatuhkan Motamed pada ronde pertama menit ke 1:56.
Motamed dianggap tidak mampu melanjutkan laga usai menerima hantaman keras tersebut.
Pertandingan dilanjutkan oleh laga bela diri campuran (MMA) welterweight antara Agilan “Alligator” Thani melawan sang pegulat Amerika Tyler McGuire.
Melawan Tyler yang merupakan seorang anggota militer Amerka Serikat, Thani benar-benar tidak diberi celah untuk melawan dalam permainan grappling yang berlangsung alot selama tiga ronde penuh.
Menurut Juara Muay Thai Indonesia Rudy "Golden Boy" Agustian, ia melihat kalau permainan submission Tyler begitu baik. Namun, Thani juga patut dipuji karena dapat memberika perlawanan hingga akhir laga.
"Lumayan ya dia (Agilan Thani), bisa dikontrol terus. Bahkan dia mencoba untuk membanting Taylor itu. Oke lah dia sebagai orang Asia dari Malaysia," ujar Rudy.
Laga pun kian memanas di partai ketiga kickboxing heavyweight antara sesama debutan yang reputasinya tak perlu diragukan lagi, sang legenda kickboxing Belanda Errol "The Bonecrusher" Zimmerman melawan Juara Muay Thai Serbia Rade Opacic. Laga ini berakhir dengan TKO fantastis pada menit ke 1:35 ronde kedua.
"Terus terang tendangan Opacic bagus. Mungkin dominan Zimmerman, tapi badan segede itu bisa ditendang seperti itu," puji Rudy.
Lewat tendangan berputarnya dari jarak dekat, Opacic berhasil menembus pertahanan atlet asal Breda itu dan menjatuhkannya ke atas kanvas. Walau bisa bangkit, wasit menilai Zimmerman sudah tak dapat melanjutkan pertarungan.
Laga keempat bela diri campuran featherweight antara penantang peringkat keempat Tetsuya “MMA Fantasista” Yamada melawan “The Fighting God” Kim Jae Woong juga berjalan keras. Setelah sempat terpuruk dalam laga terakhirnya melawan Koyomi "Moushigo" Matsushima, Kim berhasil meraih penebusan lewat TKO dominan sebelum akhir ronde kedua melalui ground and pound.
Menuju laga utama, pertarungan antara penantang teratas lighweight kickboxing Nieky “The Natural” Holzken melawan penantang peringkat kelima Elliot “The Dragon” Compton juga menjadi highlight malam itu.
Tampil lewat kombinasi serangan di awal, Compton memaksa sang veteran kickboxing Belanda untuk bertahan. Di balik itu, "The Natural" mencari celah untuk melancarkan uppercut kanan dan hook kiri keras ke arah liver lawannya.
"Dragon serang terus, tahan terus tahan terus (Nieky Holzken) nunggu momentum buat bodyshoot itu dan dapet," ujar Rudy.
Alhasil, serangan itu berhasil menjatuhkan Compton di menit 1 detik 36. Hanya butuh waktu 96 detik bagi Holzken untuk meng-KO-kan lawannya itu.
Laga puncak pun tersaji antara penantang peringkat ketiga Mone Super Series Muay Thai divisi Jonathan “The General” Haggerty dengan atlet Jepang Taiki “Silent Sniper” Naito juga tak kalah menegangkan. Keduanya bermain selama tiga ronde penuh, walau Haggerty tetap keluar sebagai pemenangnya.
"Naito sebenarnya bagus strateginya, tendangan dikeluarkan terus. Haggerty sempat tuker-tuker posisi kaki, yang saya lihat kakinya sakit juga," urai Rudy.
Di dua ronde awal, "The General" bermain cukup dominan dan menjatuhkan Naito lewat pukulan kanan keras. Namun, Naito mulai mengejar ketinggalan pada ronde ketiga yang sayangnya belum cukup untuk menebus poin.
"Sudah pasrah Naito, jadi jual beli aja sudah. Seru sih. Di satu sisi karena dia ketinggalan poin jauh, sementara Haggerty udah lebih santai juga. Muay thai memang seperti iyu; [ronde] terakhir mereka tahu poin tinggi mainnya jadi kendor," sebut Rudy.
Ajang ONE Championship Berikutnya
Selanjutnya, penikmat seni bela diri juga bisa bersiap untuk menyambut ONE: COLLISION COURSE yang tayang Jumat pekan depan, 18 Desember.
Ajang ini dapat disaksikan live lewat ONE Super App, Vidio, Kaskus TV, dan MAXstream. Selain itu, stasiun televisi nasional SCTV juga akan menayangkannya.
