Bola & Sports
·
21 September 2020 14:56

Menerka Langkah Selanjutnya di ONE Championship Pasca ONE: A NEW BREED III

Konten ini diproduksi oleh ONE Championship
Menerka Langkah Selanjutnya di ONE Championship Pasca ONE: A NEW BREED III (106897)
Petchmorakot Petchyindee Academy pertahankan sabuk Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai dalam ajang ONE: A NEW BREED III usai kalahkan Magnus Andersson (ONE Championship)
ONE Championship menggelar ajang terakhirnya di bulan September lewat ONE: A NEW BREED III, yang sukses menghasilkan berbagai kejutan serta aksi ciamik.
ADVERTISEMENT
Pada Jumat, 18 September, organisasi bela diri terbesar di Asia ini menghelat ajang penutup bulan tersebut di Bangkok, Thailand, dengan menghasilkan salah satu laga bersejarah saat terjadi kemengan KO dalam enam detik.
Berikut adalah prediksi tentang lawan selanjutnya yang mungkin dihadapi tiga dari lima atlet yang meraih kemenangan dalam ajang tersebut.

Petchmorakot Petchyindee Academy

Tahun 2020 telah menjadi sebuah kesempurnaan tersendiri bagi Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Petchmorakot Petchyindee Academy.
Atlet Thailand itu meraih kemenangan ketiga pada tahun ini dalam ajang ONE: A NEW BREED III, dimana ia sukses mempertahankan sabuk emasnya melawan penantang Magnus “Crazy Viking” Andersson melalui TKO pada ronde ketiga di laga utama malam itu.
ADVERTISEMENT
Petchmorakot bertahan dengan game plan miliknya, yaitu terus menekan maju dengan pukulan dan serangan siku. Kerusakan itu terakumulasi, namun pemegang gelar ini menganggap itu sebagai pemanasan.
Berikutnya, sebuah cross kiri yang sempurna mendarat di wajah atlet Swedia lawannya, yang membuatnya terhuyung dan memaksa wasit melakukan delapan hitungan. Setelah aksi berlanjut, bintang Petchyindee Academy ini melanjutkan dengan sebuah kombinasi serangan siku dan jab, yang menghentikan laga ini dengan segera.
Itu adalah sebuah kemenangan khas bagi Petchmorakot, yang melanjutkan kejayaannya dalam divisi featherweight Muay Thai dengan ‘tangan besi’. Mungkin lawan selanjutnya yang pantas adalah Jamal “Kherow” Yusupov.
Atlet Rusia itu memasuki skena ini pada bulan November 2019, saat ia menerima laga dengan pemberitahuan singkat melawan “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex dan mencetak KO atas sang legenda itu pada ronde kedua.
ADVERTISEMENT
Kemenangan tersebut memberi Yusupov kesempatan untuk menantang Petchmorakot dalam sebuah perebutan gelar Kejuaraan Dunia ONE Featherweight Muay Thai perdana di bulan Februari, namun ia terpaksa mundur dari laga bersejarah itu karena cedera yang dideritanya.
Saat ini, atlet asal Rusia itu menempati peringkat kedua dalam divisi ini. Mungkin saat ini, laga perebutan gelar Juara Dunia ONE yang ditunggunya bersama Petchmorakot akan terjadi.

Sunisa Srisen

Sunisa “Thunderstorm” Srisen mungkin harus mengakui keunggulan lawan dalam debut promosionalnya, namun ia menebusnya Jumat malam lalu.
Judoka remaja ini menggunakan tendangan kaki dan pukulan jarak jauh untuk menggoyahkan kompatriotnya, Rika “Tiny Doll” Ishige, dimana ia bahkan membalikkan percobaan takedown untuk menempatkan sang pionir bela diri campuran Thailand itu dalam kuncian headlock dari posisi kendali samping, atau side control.
ADVERTISEMENT
Hal itu membawa kemenangan besar bagi bintang remaja ini saat ia meninggalkan Bangkok. Berikutnya, ia mungkin dapat menghadapi Jomary “The Zamboanginian Fighter” Torres di dalam arena.
Torres menikmati awal yang kuat dalam karier bela diri campurannya, menggunakan teknik grappling dan pukulan tajamnya untuk meraih empat kemenangan beruntun, termasuk sebuah submission pada ronde kedua atas Ishige di bulan Agustus 2017 lalu.
Atlet Filipina ini dalam tahapan awal karier bela dirinya. Dan mirip seperti “Thunderstorm,” ia masih menambahkan persenjataan yang mumpuni pada arsenalnya dan ingin mendobrak peringkat teratas.
Dengan persamaan gaya bertanding mereka, serta gairah yang sangat besar untuk mendekati impian mereka merebut gelar Juara Dunia ONE, laga divisi atomweight ini dapat menjadi langkah yang sempurna bagi Srisen dan Torres.
ADVERTISEMENT

Capitan Petchyindee Academy

Capitan Petchyindee Academy menampilkan salah satu penampilan terbaik pada tahun 2020 usai sukses bertransisi menuju kickboxing dengan mencetak KO tercepat dalam waktu 6 detik atas Juara Dunia Muay Thai dan Kickboxing enam kali Petchtanong Petchfergus.
Walau kekuatan pencetak KO milik Capitan memang telah terbukti sangat dahsyat, hal itu terlihat dengan sempurna di Bangkok. Setelah mementahkan sebuah jab, pria Thailand ini melontarkan sebuah kombinasi jab-cross kilat yang langsung ‘menidurkan’ lawan veterannya itu.
Para penggemar hanya dapat melihat kilasan kemampuan perwakilan Petchyindee Academy ini, namun sebuah laga melawan atlet peringkat keempat dalam divisi bantamweight kickboxing Liam “Hitman” Harrison akan dapat memberi lebih banyak fakta terkait kemampuan kickboxing miliknya itu.
ADVERTISEMENT
Seperti Capitan, Harrison adalah praktisi berprestasi dalam “seni delapan tungkai.” Faktanya, pria asal Inggris ini delapan kali menjadi Juara Dunia Muay Thai yang memiliki kekuatan besar dan sangat eksplosif di kedua kaki dan tendangannya.
Dan setelah “Hitman” mengalami kekalahan dari bintang Petchyindee lainnya, Petchmorakot, hampir dua tahun yang lalu, ia akan memiliki motivasi tambahan untuk memenangkan pertandingan ini.
Unduh ONE Super App untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait ONE Championship!