Meng Bo Layangkan Tantangan Pada Atlet MMA Tak Terkalahkan Denice Zamboanga

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Target Meng Bo masih tetap sama, menghadapi Juara Dunia ONE Women Atomweight “Unstoppable” Angela Lee, dan ia siap menghadapi siapapun lawan yang ada sebelum kesempatan itu tiba.
Satu lawan yang mungkin menjadi tembok pembatas antara dirinya dengan sang pemilik sabuk adalah kontender peringkat pertama, Denice “The Menace” Zamboanga, yang memiliki rekor profesional 8-0.
Meng telah mengincar atlet MMA tak terkalahkan asal Filipina tersebut sejak ia mengalahkan Samara “Marituba” Santos dalam ajang ONE: UNBREAKABLE yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu atlet atomweight paling berbahaya di dunia.
“Kami seharusnya bertarung tahun lalu, tetapi COVID terjadi dan laga itu pun dibatalkan. Saya tak bisa terbang ke Singapura pada saat itu,” ungkap Meng.
“Harus saya bilang, Denice beruntung karena laga itu dibatalkan. Karena jika kita ada di ring yang sama, tanpa keraguan sedikitpun, saya akan mengalahkan dan mengambil alih posisinya sebagai atlet atomweight peringkat pertama.”
Atlet asal Tiger Wang Gym tersebut menghadapi ujian berat saat melawan Santos di Singapore Indoor Stadium, sebelum akhirnya menang lewat keputusan mutlak.
Usai meraih dua kemenangan knockout beruntun, untuk pertama kalinya Meng dipaksa berlaga hingga akhir di ONE Championship. Namun, hasil itu pula mendorongnya untuk menjadi seniman bela diri dengan kemampuan yang lebih lengkap.
“Saya banyak belajar dari laga menghadapi Samara Santos. Satu area yang saya temukan sebagai kelemahan adalah pertarungan ground,” aku atlet asal Changsha tersebut.
“Saya perlu meningkatkan kontrol dan kekuatan ground. Tujuan saya adalah menguasai seluruh keterampilan dalam olahraga kombat dan menjadi petarung MMA paling berbahaya di ONE Championship.”
Meng, yang kini berada pada peringkat kedua di divisi atomweight, yakin ia mempunyai senjata mumpuni untuk melewati tantangan terakhir sebelum menantang sang Juara Dunia.
Ia tahu Zamboanga tak bisa dipandang sebelah mata, tetapi sebagai seniman knockout dari Tiongkok yang punya kemampuan mengerikan, ia percaya bisa mengungguli “The Menace” dalam duel striking.
“Denice merupakan petarung gigih dan kuat. Namun, jika boleh menganalisa kekuatannya, dia hanya bagus dalam memukul, tak ada [keistimewaan] yang lain,” tutur Meng.
“Saya pikir teknik stand-up saya akan cukup untuk menghasilkan kemenangan. Saya cukup percaya diri bisa mengakhiri perlawanan Denice lewat badai pukulan dan menjatuhkannya dalam dua ronde.”
Mengingat Angela tengah menepi selama masa kehamilan hingga pertengahan 2021, kedua kontender teratas ini bisa saling berhadapan untuk menentukan siapa penantang gelar selanjutnya. Dan itu adalah skema ideal yang Meng harapkan.
“[Mengalahkan Denice] lebih dari cukup untuk menuju laga perebutan gelar Juara Dunia,” tambah Meng.
“Saat melawan Denice di atas Circle dan mengalahkannya, saya akan menempati peringkat pertama di divisi saya, dan jadi yang terdepan untuk menghadapi sang juara.”
Cara Menyaksikan ONE: FISTS OF FURY
Selanjutnya, ONE: FISTS OF FURY akan hadir pada Jumat, 26 Februari yang menampilkan para striker terbaik dalam berbagai disiplin bela diri.
Ajang ini dapat disaksikan live dan gratis di ONE Super App.
