Mengenal Suriname, Kampung Halaman Juara Dunia ONE yang Kaya Budaya Jawa

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Besar di Belanda tidak membuat Juara Dunia ONE Lighweight Kickboxing Regian "The Immortal" Eersel lupa diri akan kampung halamannya di Suriname yang sarat budaya Jawa.
Berawal dari Suriname, sebuah negeri di Amerika Selatan yang merupakan bekas jajahan Belanda, kisahnya di mulai.
Setelah lahir dan tumbuh selama empat tahun di sana, Eersel kecil harus meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghidupan yang lebih baik di Belanda bersama orang tuanya.
Di tempat baru, perlahan "The Immortal" merintis jalannya untuk mendekatkan diri pada posisi puncak tempatnya berdiri kini. Namun, Eersel tidak pernah lupa akan akarnya di Suriname.
Pasca menjadi yang terbaik, atlet berdarah Belanda-Suriname itu sempat kembali ke tanah kelahirannya. Layaknya seorang pahlawan, ia disambut oleh mantan Presiden Suriname Desi Bouterse di Istana Kepresidenan.
Tak berhenti sampai di situ, Eersel kini juga memulai misi baru untuk menginspirasi bibit-bibit baru di Suriname.
"Saya diundang ke Istana Kepresidenan, dan saya menunjukkan sabuk saya padanya dan saya mengunjungi beberapa sekolah untuk memberi pidato motivasi," kenang Eersel.
"Saya juga mengunjungi beberapa sasana untuk berlatih dengan masyarakat setempat, hanya untuk memotivasi dan bicara dengan mereka. Itu merupakan pengalaman yang menyenangkan dan saya kira akan melakukannya lagi."
Di Suriname, Eersel mewakili suku Afro-Surinames yang proporsinya merupakan 37% dari total populasi di negara tersebut. Fakta menarik lainnya, sekitar 14% dari total masyarakat Suriname adalah orang Jawa yang berasal dari Indonesia.
Sejarah mencatat, masuknya orang-orang Indonesia yang mayoritas dari Jawa ke Suriname dimulai sejak tahun 1890. Setelah itu terus dilakukan pengiriman hingga tahun 1939.
Sebagai negara penjajah, Belanda mengirimkan ribuan orang dari Indonesia ke Suriname. Orang yang dikirim itu kebanyakan dari Jawa Tengah, ada juga dari Jawa Timur dan Jawa Barat.
Di sana, mereka menjadi tenaga kerja yang ditempatkan di beberapa perkebunan. Dari tahun 1890 hingga 1939 ada sekitar 32.956 orang Indonesia yang dikirim ke Suriname.
Ketika dilakukan repatriasi, tak sedikit orang Jawa yang memilih untuk menetap dan hidup di sana. Fakta menarik lainnya, bahasa Jawa juga kerap dituturkan di sana sebagai bahasa sehari-hari di luar bahasa Belanda.
Senada dengan orang Jawa, warga keturunan Afrika, Portugis dan lainnya yang dahulu merupakan tahanan dari tanah jajahan turut diangkut oleh Belanda ke Suriname. Maka tak heran, kalau Suriname menjadi melting pot dari keberagaman budaya.
Cara Menyaksikan ONE: FISTS OF FURY III
Membawa akar dari negara kelahirannya tersebut, Eersel akan kembali mempertahankan sabuk emas miliknya dari penantang peringkat kedua Mustapha Haida pada laga utama ONE: FIST OF FURY III yang akan disiarkan pada Jumat, 19 Maret, lewat Vidio, MAXStream, dan Kaskus TV mulai pukul 19:30 WIB.
Selain itu, ajang yang akan menampilkan atlet Indonesia Aziz "The Krauser" Calim ini juga akan disiarkan SCTV mulai pukul 23:30 WIB.
