Konten dari Pengguna

Merayakan Hari Son Goku dan Petualangan Inspiratifnya Menjelajahi Semesta

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Atlet ONE Championship Pieter "The Archangel" Buist berpose sebagai Son Goku (Instagram/Pieter Buist)
zoom-in-whitePerbesar
Atlet ONE Championship Pieter "The Archangel" Buist berpose sebagai Son Goku (Instagram/Pieter Buist)

Tanggal 9 Mei telah ditetapkan sebagai Hari Son Goku, tokoh utama dalam anime dan manga Dragon Ball, yang mengisahkan tentang petualangan seorang bangsa saiyan dalam melindungi planet bumi.

Pemilihan tanggal ini pun bukan tanpa sebab. Dalam bahasa Jepang, 5 dibaca go, sementara 9 dibaca ku. Oleh karena itulah sejak tahun 2015, Japan Anniversary Association menetapkan 9 Mei sebagai hari bersejarah bagi pemilik jurus kamehameha tersebut.

Kisah petualangannya dalam mengumpulkan Dragon Ball telah dimulai sejak tahun 1984, ketika serial yang ditulis oleh Akira Toriyama tersebut dirilis di Jepang.

Dikirim dari planet Vegeta ke Bumi sebelum planet asalnya meledak, Goku diurus oleh tangan yang tepat – kakek Gohan. Sebagai bangsa Saiya, ia merupakan petarung sejak lahir yang bisa berubah menjadi monyet raksasa ketika melihat bulan purnama.

Namun, di bawah asuhan kakek Gohan, tokoh protagonis yang juga dikenal dengan nama Kakarot tersebut tumbuh menjadi pembela bumi dari ancaman yang datang.

Dimulai dari perkenalannya dengan Bulma, petualangan Goku berlanjut hingga ia menjadi salah satu makhluk terkuat di alam semesta.

embed from external kumparan

Kisah petualangan hidupnya dalam melindungi Bumi dan menjelajah semesta telah menginspirasi banyak orang, termasuk para atlet ONE Championship yang tumbuh dengan menyaksikan serial tersebut di televisi ataupun lewat manga.

Salah satunya adalah atlet divisi lightweight asal Belanda, Pieter "The Archangel" Buist, ang kerap berperan sebagai cosplayer. Di akun instagramnya, ia sempat memamerkan gerakan ikonis kamehameha milik Goku ketika sedang berada dalam bentuk Ultra Instinct.

instagram embed

Selain Buist, Son Goku juga menjadi inspirator bagi "No.1" Nguyen Tran Duy Nhat, atlet asal Vietnam yang mengoleksi manga tersebut dari edisi perdana.

“Dragon Ball merupakan sesuatu yang sangat spesial bagi masa kecil saya. Saat masih di sekolah dasar, bisa memiliki manga rasanya seperti memiliki harta karun. Saya masih mengoleksi 67 komik Dragon Ball di rumah hingga saat ini," ungkap atlet berusia 31 tahun ini.

Nguyen Tran Duy Nhat dengan koleksi komik Dragon Ball miliknya (ONE Championship)

Tumbuh dengan kisah petualangan Son Goku dan para Z Fighter lain dalam melindungi bumi memberi inspirasi bagi atlet asal Vietnam tersebut dalam memilih karier sebagai seniman bela diri profesional.

Gerakan serta transformasi yang Son Goku alami memberinya sebuah imajinasi.

“Saya masih ingat bagaimana saya membaca komik-komik itu, berbagi dengan teman masa kecil, berdebat tentang karakter yang ada dalam manga, dan pergi ke toko buku setiap hari untuk memastikan apakah ada edisi terbaru," tambahnya.

video youtube embed

Ia mengaku menyukai setiap karakter yang ada dalam Dragon Ball, namun Goku memiliki tempat tersendiri di hatinya.

“Dia memiliki kekuatan, namun tetap berlatih keras untuk mengungguli lawannya. Dia memiliki tendangan dan pukulan gledek, berhati baik, dan memiliki tanggung jawab untuk melindungi Bumi. Dalam benak saya, dia adalah seorang seniman bela diri yang nyata.”

Saksikan aksi para seniman bela diri kelas dunia di ONE Super App.

embed from external kumparan