Konten dari Pengguna

ONE 167: Asal Usul Darah Petarung yang Mengalir dalam Nadi Johan Ghazali

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Petarung Muay Thai asal Malaysia Johan Ghazali. Foto: ONE Championship
zoom-in-whitePerbesar
Petarung Muay Thai asal Malaysia Johan Ghazali. Foto: ONE Championship

Remaja bertalenta Johan “Jojo” Ghazali berasal dari garis keturunan petarung, jadi hal yang wajar baginya untuk membawa tradisi keluarganya ke ONE Championship.

Pada 8 Juni, seniman knockout berdarah Malaysia-Amerika ini akan bertarung melawan seorang bintang Vietnam, “No. 1” Nguyen Tran Duy Nhat dalam ajang ONE 167: Tawanchai vs. Nattawut.

Laga Muay Thai divisi flyweight ini dipastikan berlangsung penuh aksi.

instagram embed

Bertempat di Impact Arena, kontes ini akan jadi kesempatan bagi Ghazali untuk memperpanjang rekor sempurna 5-0 di ONE sembari terus mengorbitkan diri menuju jajaran atas divisi flyweight.

Di usia yang baru menginjak 17, “Jojo” bisa dibilang sebagai remaja paling berbahaya di muka bumi – sebuah talenta langka. Namun jika ditilik dari garis keluarga, perjalanannya menuju puncak Muay Thai bukanlah hal yang tak mengherankan.

“Ayah saya lumayan terkenal di Malaysia. Ia merupakan bagian dari Muay Thai generasi lama di Malaysia,” ujar Ghazali kepada ONE Championship.

“Ibu saya mulai berlatih di Amerika saat berusia 15 tahun. Beliau adalah ibu rumah tangga sebelum kami membangun gym, tetapi dengan adanya gym saat ini, ibu kini jadi promotor (Rentap Fighting Championship). Beliau menyelenggarakan pertarungan dan sangat antusias.”

“Sebetulnya, ibu bertemu ayah saya di sebuah gym Muay Thai. Ayah saat itu sedang bersekolah di Amerika. Saya rasa mereka pergi ke satu gym Muay Thai yang sama dan begitulah semuanya terjadi,” lanjut pemuda kelahiran 2006 ini.

Darah pejuang mengalir lebih deras dalam diri Ghazali dibanding orang tuanya – bahkan sangat deras.

Salah satu kakeknya adalah Tan Sri Dato Sri Mohd Ghazali bin Mohd Seth, jenderal tinggi di angkatan bersenjata Malaysia dan sosok yang dihormati di negaranya.

“Kakek dari pihak ayah adalah seorang pahlawan perang, sosok veteran sejati. Anda bisa dengan mudah mencarinya di Google. Beliau telah melakukan banyak hal luar biasa pada negara selama masa baktinya, dan mungkin saja jiwa petarung dalam diri saya berasal dari beliau,” ujar petarung dengan nama panggung “Jojo” ini.

Darah pejuang tidak berhenti di situ.

Dua kakek buyutnya adalah atlet profesional – satunya merupakan petinju profesional dari abad ke-20 awal, dan yang lainnya adalah seorang atlet Amerika.

“Dari sisi ibu, kakek dari pihak ibu saya adalah seorang petinju. Beliau dulunya bertarung dalam beberapa ajang yang dipuncaki oleh Jack Dempsey. Namanya adalah Erick Johnson Sr. Beliau bertarung dengan nama panggung Swede Johnson.

“Dan kakek buyut satunya lagi adalah seorang pemain sepak bola Amerika, yang bisa dipastikan, atlet tangguh. Ada banyak cerita tentang beliau saat masih bermain sepak bola. Ia mengalami cedera leher dan tak menyadarinya hingga sebulan setelahnya. Jadi, darah pejuang benar-benar mengalir dalam diri saya.”

ONE 167 akan disiarkan secara live dan gratis di Vidio, Facebook, serta Youtube ONE Championship pada Sabtu pagi, 8 Juni, mulai mulai pukul 7:00 WIB.

Selain itu, Moji akan menayangkan siaran tunda pada Sabtu, 12 Juni, mulai pukul 22:00 WIB.

video youtube embed

Download ONE Super App untuk mengikuti perkembangan terbaru ONE Championship!