Konten dari Pengguna

ONE Championship: 5 Hal Menarik Tentang Juara BJJ Yuri Simoes Jelang Debut MMA

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Juara Dunia BJJ Yuri Simoes menjalani debut MMA dalam ajang ONE: INSIDE THE MATRIX III (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Juara Dunia BJJ Yuri Simoes menjalani debut MMA dalam ajang ONE: INSIDE THE MATRIX III (ONE Championship)

Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) Yuri Simoes siap memberi kesan yang memukau pada dunia seni bela diri campuran saat menjalani debut di ONE Championship pada Jumat, 13 November .

Langkah pertama Simoes dalam disiplin ini adalah memasuki laga divisi middleweight bersama “King Kong Warrior” Fan Rong di ajang ONE: INSIDE THE MATRIX III, yang sebelumnya direkam dari Singapore Indoor Stadium.

video youtube embed

Sambil menantikan teknik grappling kelas dunia dari atlet Brasil ini, kenali lebih jauh sosok legendaris dalam BJJ tersebut.

#1 Bertumbuh Besar Dalam Grappling

Simoes awalnya mengenakan gi, atau seragam yang digunakan dalam berbagai seni bela diri asal Jepang, pada usia 4 tahun saat ia mulai mempelajari judo di sekolah. Ayahnya juga menjadi seorang praktisi BJJ yang mumpuni, dimana Simoes muda akan mengikuti langkah sosok panutannya itu di “the gentle art” saat ia berusia 9 tahun.

Walau ayahnya meninggalkan olahraga ini dengan sabuk coklat, Simoes tidak pernah berhenti dan mendorong dirinya demi mencapai tingkatan yang jauh lebih tinggi.

#2 Berjejer Di Antara Yang Terhebat Dalam Generasinya

instagram embed

Pria berusia 30 tahun asal Rio de Janeiro ini mendobrak arena kompetisi untuk memasuki jajaran teratas disiplin BJJ, serta melanjutkannya saat menerima sabuk hitam dari Ricardo Vieira pada tahun 2011.

Lalu, di antara para kompetitor elit, Simoes memenangkan Kejuaraan Pan American dengan mengenakan gi. Namun, kesuksesan terbesarnya justru berasal dari kompetisi no-gi.

Pada tahun 2014, ia merebut emas dalam divisinya dan divisi ‘Absolute’ di Kejuaraan Dunia IBJJF No-Gi. Atlet Brasil ini kemudian mengulangi hal tersebut pada tahun 2016, yang membawa dirinya sebagai satu-satunya pria yang dua kali menjadi Juara Dunia Black Belt Absolute No-Gi dalam sejarah.

Kemudian, satu tahun setelah itu, Simoes memenangkan Kejuaraan Dunia ADCC, yang adalah kompetisi submission grappling paling prestisius di muka bumi ini. Ia mempertahankan gelarnya pada tahun 2017, yang menjadikannya salah satu grappler terhebat di eranya itu.

#3 Diasuh Oleh Pelatih Dengan Banyak Rekor

instagram embed

Pencapaian di atas memang tak mengejutkan, jika kita melihat siapa mentor di belakang seluruh kemampuan Simoes yang luar biasa.

Atlet Brasil ini bergabung dengan Caio Terra Association pada tahun 2013, yang meningkatkan perkembangannya sebagai seorang kompetitor no-gi.

Setelah 10 kali menjadi Juara Dunia IBJJF No-Gi, Terra adalah atlet paling berprestasi di dalam sejarah kompetisi tersebut. Berlaga di bobot 55 kilogram, pelatih kepala dari asosiasi itu memiliki motto, “teknik menaklukkan segalanya,” yang membantu Simoes menjadi salah satu atlet paling teknis dan pria yang berhati besar.

#4 Berlatih MMA Bersama Khabib Dan Cormier

instagram embed

Sama seperti kariernya dalam grappling, Simoes mengetahui bahwa ia membutuhkan pelatih dan rekan latihan elit untuk meraih sukses dalam bela diri campuran.

Pada tahun 2015, ia memulai latihannya bersama American Kickboxing Academy di San Jose, California, untuk bersiap memasuki dunia barunya ini. Di sasana, ia berlatih bersama beberapa atlet terhebat dalam disiplin MMA, termasuk mantan Juara Dunia World Champions Daniel Cormier dan Khabib Nurmagomedov.

Walau cedera dan sedikit pengalihan fokus menunda debutnya dalam bela diri campuran, ia pun siap menampilkan seluruh kemampuan lengkapnya di atas panggung dunia, lima tahun kemudian.

#5 Masuk ONE Championship Adalah Impiannya

instagram embed

Catatan rekor Simoes sebagai spesialis submission kelas dunia memberinya kontrak bersama organisasi bela diri terbesar di dunia ini pada tahun 2019 – langkah yang selalu menjadi mimpi atlet Brasil itu.

“Bergabung bersama ONE adalah keputusan termudah yang pernah saya ambil. Jika anda bermain [American] football, mimpi anda adalah untuk bermain di NFL. Jika anda bermain basket, mimpi anda adalah untuk bermain di NBA. Jika anda bertarung dalam seni bela diri campuran, mimpi anda adalah bertarung bagi ONE,” tegasnya.

Mimpi itu kini menjadi kenyataan, dimana sang Juara Dunia ADCC dua kali ini ingin membawa dirinya menuju perebutan gelar divisi middleweight dalam olahraga – dan rumah barunya – di ONE Championship.

Cara Menyaksikan ONE Championship

video youtube embed

ONE: INSIDE THE MATRIX III dapat disaksikan lewat ONE Super App, Vidio, MAXStream dan Kaskus TV mulai pukul 19:30 WIB pada Jumat, 13 November.

Selain itu, stasiun televisi nasional SCTV juga akan menayangkannya mulai pukul 23:30 WIB pada hari yang sama.

kumparan post embed