ONE Championship: Egi Rozten Bongkar Peranan Tinju Dalam Dunia MMA

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Petarung Indonesia Egi Rozten menjelaskan peranan tinju dalam membantunya meraih sukses di dunia seni bela diri campuran (MMA).
Egi, atlet kelahiran Karawang berusia 32 tahun, merupakan satu dari beberapa seniman bela diri veteran yang kerap mewakili Indonesia di pentas global ONE Championship.
Sebelum tampil di pentas internasional dan menghadapi berbagai petarung dari beberapa negara, Egi menghabiskan masa mudanya sebagai petinju dan menjuarai berbagai kejuaraan nasional.
selain itu, ia pun kerap tampil dalam cabang olahraga lain seperti pencak silat.
Berikut adalah petikan wawancara dari Egi Rozten tentang tinju dan bagaimana "sweet science" berperan dalam karier profesionalnya.
ONE: Boleh disebutkan teknik-teknik tinju yang sering digunakan pada saat bertanding?
Egi: Biasanya semua fighter mengawali laga dengan pukulan jab. Jab itu adalah salah satu pukulan pembuka untuk diikuti pukulan berikutnya.
Misalnya, setelah jab dilanjut dengan pukulan apa. Itu sangat bagus banget untuk menggangu konsentrasi lawan. Strategi untuk menyerang pukulan-pukulan lainnya atau pembukaan. Jab sangat efisien dan taktis buat saya.
Mungkin pukulan berikutnya straight. Setelah jab langsung straight kombinasi 1-2 atau pukulan penutupnya straight kanan. Biasanya seperti itu.
ONE: Apa alasan memilih teknik itu?
Egi: Buat saya boxing sih sangat efisien ya, di mana pukulan yang paling bagus itu pukulan tinju.
ONE: Adakah trik-trik khusus dalam tinju untuk menahan takedown atau bertahan dalam laga MMA? Boleh dijabarkan strateginya bagaimana?
Egi: Kalau dari segi peraturan, tinju memang hanya boleh meninju tanpa ada takedown seperti dalam MMA.
Nah, sekarang kalau di dunia MMA itu harus ada ground fighting yang harus kita antisipasi. Seorang striker tuh paling males ketemu orang ground fighting.
Nah di situ kita belajar bagaimana meloloskan diri dari takedown. Biasanya kita belajar underhook seperti biasa. Underhook tangan kita di bawah dia dua-duanya, dan kita bisa menahan takedown lawan, atau dengan scroll. Itu sangat efisien sekali untuk menghentikan lawan dari serangan takedown.
ONE: Selain itu, ada lagi kah yang harus diperhatikan para petinju pada saat lintas disiplin seperti MMA?
Egi: Pastinya kalau seorang petinju yang bertransisi ke MMA, harusnya sudah bisa mencakupi semua, jadi enggak cuma mahir dalam tinju saja.
Harus belajar mungkin BJJ, gulat, atau ditambah lagi tendangan dengan belajar Muay Thai, jadi mencakupi untuk terjun di MMA.
Kalau cuma tinju saja, pasti enggak bisa. Kalau di MMA, sejago-jagonya orang dalam bertinju, suatu saat pasti akan jatuh ke bawah, karena terkena takedown.
Harus belajar antisipasi takedown, dan mencari jalan keluarnya bagaimana. Pastinya kita akan Latihan, namanya ground fighting juga harus latihan.
Cara Menyaksikan ONE Championship
ONE Championship akan menggelar ONE: BIG BANG pada Jumat, 4 Desember, di Singapore Indoor Stadium.
Ajang sarat aksi bela diri eksplosif tersebut dapat disaksikan gratis lewat ONE Super App, Vidio, Kaskus TV dan MAXstream mulai pukul 19:30 WIB.
Selai itu, ajang tersebut akan ditayangkan di stasiun televisi nasional SCTV mulai pukul 23:30 WIB.
