Konten dari Pengguna

ONE Championship Siap Selenggarakan Ajang Bela Diri Terbesar Tahun 2020

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

CEO dan Chairman ONE Championship Chatri Sityodtong berbicara dalam sebuah acara konferensi pers (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
CEO dan Chairman ONE Championship Chatri Sityodtong berbicara dalam sebuah acara konferensi pers (ONE Championship)

ONE Championship tengah menyiapkan sebuah ajang seni bela diri terbesar tahun ini.

Pada Senin malam (5/10), CEO dan Chairman ONE Championship Chatri Sityodtong mengumumkan bahwa empat laga perebutan Sabuk Juara Dunia akan menghiasi ajang bertajuk ONE: INSIDE THE MATRIX pada 30 Oktober mendatang.

facebook embed

Pada partai puncak, Juara Dunia dua-divisi ONE Championship Aung La “The Burmese Python” N Sang akan mempertahankan sabuk Juara Dunia ONE Middleweight dengan menghadapi Reinier “The Dutch Knight” De Ridder.

Terakhir kali Aung La N Sang berlaga di atas Circle adalah dalam ajang ONE: CENTURY PART II pada Oktober 2019, saat mengalahkan raja divisi heavyweight Brandon “The Truth” Vera lewat KO pada ronde dua untuk mempertahankan sabuk Juara Dunia ONE Light Heavyweight.

video youtube embed

Sejak saat itu, “The Burmese Python” mengincar beberapa nama kontender top lain di divisinya – termasuk De Ridder.

De Ridder adalah pemegang sabuk hitam Judo yang memiliki kemampuan striking fenomenal. Sejauh ini, ia memiliki rekor sempurna 12-0 dalam seni bela diri campuran (MMA). Terbaru, ia mengalahkan Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) Leandro “Wolf” Ataides pada bulan Februari untuk mendapat kesempatan menantang Aung La N Sang.

Laga mereka sempat dijadwalkan pada April lalu di Jakarta, namun tertunda karena pandemi COVID-19.

video youtube embed

ONE: INSIDE THE MATRIX juga akan menampilkan laga yang telah lama dinantikan antara Juara Dunia ONE Lightweight Christian “The Warrior” Lee menghadapi penantang teratas dalam divisi tersebut – Iuri Lapicus.

Christian Lee, yang baru melangsungkan pernikahan awal tahun ini, merebut sabuk Juara Dunia tahun lalu usai mengalahkan atlet legendaris asal Jepang Shinya “Tobikan Judan” Aoki. Beberapa bulan kemudian, ia mengalahkan Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev untuk menjuarai Kejuaraan ONE Lightweight World Grand Prix.

Padahal, saat itu ia tampil mendadak karena harus menggantikan petarung lain yang cedera beberapa minggu sebelum jadwal.

Lawannya kali ini juga tak sembarangan. Lapicus berlatih bersama Juara Dunia Grand Prix ONE Featherweight Kickboxing, Giorgio “The Doctor” Petrosyan, di Milan, Italia. Sejak bergabung dengan ONE Championship, ia tak terbendung.

Pada Mei 2019, atlet Moldova tampil dominan atas Shannon “OneShin” Wiratchai dalam debutnya dan meraih kemenangan TKO pada ronde ketiga. Setelah itu, pada Februari di Istora Senayan Jakarta, ia menang cepat lewat kuncian atas mantan Juara Dunia Featherweight Marat “Cobra” Gafurov hanya dalam 67 detik.

Kemenangan tersebut memperpanjang rekornya menjadi 14-0 dan berhak menantang penyandang sabuk Juara.

video youtube embed

Selain itu, ada pula laga Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen yang akan mempertahankan sabuk emasnya menghadapi kontender peringkat #3 di divisi tersebut, Thanh Le.

Martin Nguyen seolah tampil tanpa cela sejak merebut sabuk Juara tersebut dari Gafurov pada Agustus 2017.

Atlet asal Vietnam-Australia tersebut sukses mempertahankan sabuknya dari tantangan Christian Lee pada Mei 2018. Setelah itu, ia mengalahkan Narantungalag “Tungaa” Jadambaa dan kontender peringkat #2 Koyomi “Moushigo” Matsushima pada tahun lalu.

Martin Nguyen kini akan menghadapi seniman pencetak KO yang juga berdarah Vietnam. Sejak debutnya di ONE pada Mei 2019, Thanh Le tampil sangat impresif dengan menang KO/TKO atas Yusup “Maestro” Saadulaev, Kotetsu “No Face” Boku, dan Ryogo Takahashi.

video youtube embed

Laga keempat tak kalah ciamik saat “The Panda” Xiong Jing Nan mempertahankan sabuk Juara Dunia ONE Women’s Strawweight atas kontender peringkat #1 Tiffany “No Chill” Teo.

Laga ini merupakan rematch bagi keduanya.

Pada Januari 2018, Xiong menang TKO pada ronde keempat atas Teo dalam ajang ONE: KINGS OF COURAGE untuk meraih sabuk Juara Dunia perdana. Sejak saat itu, Xiong telah berhasil mempertahankan sabuknya tiga kali dengan mengalahkan Laura “La Gladiadora” Balin, Samara “Marituba” Santos, dan Juara Dunia ONE Women's Atomweight “Unstoppable” Angela Lee.

Teo sendiri telah berjuang keras sejak kekalahan tersebut dengan mengalahkan kontender peringkat #2 Michelle Nicolini dan #4 Ayaka Miura.

Ajang ONE Championship Berikutnya

Sebelum ajang spektakuler tersebut, ONE Championship akan menggelar ONE: REIGN OF DYNASTIES di Singapura pada Jumat, 9 Oktober. Salah satu laga tersebut menampilkan petarung Indonesia Eko Roni Saputra menghadapi juara tinju Malaysia Murugan Silvarajoo.

Ajang ini dapat disaksikan live lewat ONE Super App, Vidio, Kaskus TV, dan MAXStream mulai pukul 19:30 WIB. Selain itu, SCTV akan menyiarkannya mulai pukul 23:30 WIB.

kumparan post embed