Konten dari Pengguna

'Papua Badboy' Bedah Laga Para Legenda MMA di ONE on TNT I

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya selebrasi Adrian "Papua Badboy" Mattheis saat merayakan kemenangan di ONE Championship (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Gaya selebrasi Adrian "Papua Badboy" Mattheis saat merayakan kemenangan di ONE Championship (ONE Championship)

ONE on TNT I akan menandai kembalinya ONE Championship di jam tayang utama (prime time) Amerika Serikat pada Kamis, 9 April, waktu Indonesia.

Dihelat di Singapore Indoor Stadium, momen bersejarah bagi organisasi seni bela diri terbesar di dunia ini akan menampilkan Kejuaraan Dunia Flyweight ONE yang mempertemukan sang penguasa divisi Adriano “Mikinho” Moraes dengan seorang GOAT MMA Demetrious “Mighty Mouse” Johnson.

Seakan tidak cukup eksplosif, ajang ini juga diramaikan oleh laga pendukung utama lightweight antara seorang legenda MMA Eddie “Underground King” Alvarez dengan penantang peringkat kedua Iuri Lapicus yang dipastikan berlangsung meriah.

Terkait dua laga panas di gelaran tersebut, atlet kebanggaan Indonesia di ONE Championship Adrian “Papua Badboy” Mattheis ikut memberikan prediksinya.

Menurut atlet kelahiran Maluku Utara yang besar di Sorong, Papua Barat tersebut, masing-masing kontestan punya kelebihan yang bisa jadi penentu kemenangan.

Adriano Moraes Vs. Demetrious Johnson

X post embed

Dalam laga antara dua atlet flyweight terbaik dunia itu, Adrian lebih mengunggulkan “Mighty Mouse” ketimbang sang penguasa divisi.

“Kayaknya Adriano Moraes dengan DJ (panggilan akrab Demetrious Johnson) secara catatan itu saya masih memegang DJ. Pengalaman [tinggi], dia kan kebetulan juga di UFC. Dia luar biasa,” sebut Adrian, merujuk pada fakta bahwa DJ telah menjadi Juara Dunia di UFC sebanyak 12 kali.

Terlepas dari latar belakang bergengsi serta jam terbang tinggi, Adrian melihat kalau Johnson memiliki arsenal gulat elite yang bisa membungkam Moraes di atas kanvas.

“Kalau dia itu mantap di gulat, kakak. Dia luar biasa. Kelincahan orang itu memang luar biasa,” sebutnya.

Menghadapi Moraes yang memiliki kemampuan Brazilian Jiu-Jitsu elite, keahlian gulat Johnson disebut akan mengungguli keahlian lawannya. Ada alasan mengapa hal itu dapat terjadi.

“Kalau menurut adrian lihat kalau jiu-jitsu itu take-downnya sih. Orang BJJ kebiasaan kalau take-downya gak kena sampai dua atau tiga kali gak kena mereka sudah was-was.

“Sementara orang gulat kalau macam mereka take-down kita block, dua tiga empat kali itu tenaga mereka makin bertambah untuk hancurin kita punya pertahanan masuk ke dalam. Jadi semua harus cari bantingan, kalau BJJ itu banting, ngunci.

Sedangkan dari sisi Moraes, “Mikinho” punya keunggulan karena postur tubuhnya yang lebih tinggi. Namun, itu semua masih di atas kertas.

“Ini jadi tanda tanya besar. Untuk secara kertas Adrian tetap DJ dan dia yang layak juara,” prediksi Adrian.

“Kalau saya sih kayaknya ronde 3 deh, habis itu. Kayaknya TKO.”

Eddie Alvarez Vs. Iuri Lapicus

X post embed

Berlanjut ke laga pendukung utama, ada laga antara dua atlet divisi lightweight yang tak kalah berbahaya.

Demi meraih kesempatan menuju sabuk Juara Dunia ONE Lightweight, baik Alvarez mau pun Lapicus dipastikan memberikan yang terbaik untuk mengalahkan lawan masing-masing, dan bagi Adrian, Lapicus menjadi favorit.

“Saya sih [laga] kemarin dengan [Timofey] Nastyukhin kan pukul Eddie Alvarez, rusak Eddie Alvarez. Bukan masalah umur, kalah strategi. Juga sudah lama gak turun lapangan. Sekali turun ketemu tank, habis kamu ditabrak,” urai Adrian.

Berkaca dari laga terakhir Alvarez melawan sang atlet Rusia, mantan Juara Dunia Lightweight UFC dan Bellator itu disebut Adrian sudah tidak seprima dulu. Penantang berbahaya sekelas Lapicus akan memberinya kesulitan luar biasa.

“Kalau menurut saya, Lapicus juara di saya punya hati,walau dia kalah [melawan Juara Dunia ONE Lightweight Christian Lee]. Alvarez dia menang di rekor tanding di UFC juga, tapi kita lihat juga kemampuan Lapicus tidak kalah jauh juga, toh,” sebutnya.

“Tapi untuk saya pertandingan Eddie Alvares [lawan] Lapicus, saya pilih Lapicus, kakak,” tegasnya dengan logat kental Papua.

Di mata Adrian, Lapicus punya kemampuan yang tak kalah bagus dengan Alvares. Terlebih, Lapicus berlatih langsung di bawah GOAT Kickboxing Giorgio “The Doctor” Petrosyan. Umurnya juga jauh lebih muda ketimbang Alvares.

“Kalau saya kickboxing sama takedownya gila itu orang [Lapicus]. Gawat, [Marat] Gafurov saja dapat [di] kunci Rear-naked Choke,” urainya.

“Kalau perang kuncian saya masih pegang Lapicus. Paling ronde 2 [untuk] Lapicus.”

Cara Menyaksikan ONE On TNT I

video youtube embed

Selanjutnya, ONE on TNT I akan tayang pada waktu prime time Amerika Serikat pada Rabu, 7 April waktu setempat, atau Kamis, 8 April waktu Indonesia.

Ajang yang menampilkan laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Flyweight ini dapat disaksikan live lewat ONE Super App, Vidio, Kaskus TV dan MAXStream mulai pukul 7:30 WIB. Selain itu, SCTV akan menayangkanya pada Jumat, 9 April, mulai pukul 23:30 WIB.

kumparan post embed