Konten dari Pengguna

'Papua Badboy' Bertambah Semangat dengan Kembalinya ONE Championship

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya Adrian Mattheis dengan ciri Papua yang kental saat memasuki arena ONE Championship (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Gaya Adrian Mattheis dengan ciri Papua yang kental saat memasuki arena ONE Championship (ONE Championship)

ONE: NO SURRENDER II akan hadir pada Jumat, 14 Agustus, sebagai sequel dari ajang trilogi yang menandai kembalinya ONE Championship.

Setelah terpaksa vakum selama lima bulan akibat pandemi global, ONE Championship kembali untuk menginspirasi dunia dengan harapan di tengah berbagai keterbatasan yang dunia hadapi saat ini.

embed from external kumparan

Meski diselenggarakan jauh di Bangkok, Thailand, petarung Indonesia Adrian “Papua Badboy” Mattheis turut merasakan suka cita dari kembalinya panggung bela diri terbesar di dunia tersebut.

Itu berarti, kesempatan untuk kembali mendapat mata pencaharian terbuka lebar.

Pria yang besar di Sorong, Papua Barat, tersebut memendam berbagai harapan di tengah upaya dunia untuk bangkit dari dampak destruktif akibat pandemi global.

“Kalau untuk Adrian, kembalinya ONE jadi motivasi juga. Mungkin biar Adrian dengan teman-teman Indonesia yang lain bisa cepat turun bertarung dengan yang lain,” ujar atlet asal Tigershark Fighting Academy tersebut dengan logat khas Papua.

“Mungkin ada yang punya cara lain dalam mencari kehidupan di sana juga, terutama yang punya anak istri. Mungkin dengan adanya ajang ini, cepatlah kita bisa turun lapangan. Begitu, kakak.”

Walau belum mendapat panggilan untuk kembali bertugas dan mempertontonkan kualitasnya, semangat Adrian untuk berlatih dan mengasah kemampuan bela dirinya tidak otomatis surut.

“Kalau Adrian, sambil jaga kondisi, memang ada saran-saran yang Adrian minta dari pelatih gulat dan pelatih tinju. Adrian lagi dalamin semuanya,” ungkap atlet berusia 27 tahun tersebut.

embed from external kumparan

Sebagai pribadi positif, Adrian mencoba melihat pandemi COVID-19 dari berbagai posisi. Menurutnya, tetap ada hikmah yang bisa diambil dari pandemi yang tengah melumpuhkan dunia saat ini.

“Bersyukur saja, kakak. Dengan adanya pandemi ini, kebanyakan orang terhalang, tapi kita diajarkan untuk bersyukur. Kalau maksudnya ada sesuatu yang Tuhan siapkan, mungkin hikmah kasih buat kitorang,” tutur Adrian.

“Dengan adanya pandemi ini, Tuhan menyuruh kita untuk latihan lebih keras lagi. Mungkin ke depan akan lebih keras. Untuk saya seperti itu.”

Keseriusan itu dibuktikan Adrian lewat porsi latihan yang tetap intens selama masa pandemi. Lewat etos kerja tinggi, atlet berusia 27 tahun itu mengaku hanya libur latihan pada hari Minggu.

Dengan mentalitas yang telah teruji, serta keinginan untuk terus mengasah kemampuan terlepas dari adanya hambatan, Adrian memiliki modal besar saat nanti dipanggil kembali untuk bertanding.

“Kalau dalam seminggu, bukannya sombong, paling Adrian istirahat hanya pada hari Minggu. Pokoknya hari Senin sampai Sabtu, Adrian latihan terus, termasuk strength dan conditioning. Fokus pada teknik pokoknya semua. Adrian minta bantuan dari pelatih-pelatih,” urainya.

ONE: NO SURRENDER II dapat disaksikan lewat ONE Super App, Vidio, MAXStream dan SCTV pada Jumat, 14 Agustus, mulai pukul 19:30 WIB

embed from external kumparan