Paulina Purnomowati Dapat Pelajaran Penting dari 'The Apprentice'

The Home Of Martial Arts
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paulina Purnomowati memang tidak berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi "The Apprentice: ONE Championship Edition." Namun, ia mendapat banyak pelajaran berharga.
Episode ke-10 dari The Apprentice: ONE Championship Edition berakhir dengan tereliminasinya Paulina sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang reality show bisnis itu. Tak disangka, kalau Paulina harus gagal di tahapan lima besar.
Menyegarkan ingatan, Paulina Purnomowati tersingkir saat menjabat sebagai Project Manager dalam tantangan mengadakan pameran di Jakarta International Expo (JI Expo).
Saat itu, Paulina mengaku paling bertanggung jawab atas kurang maksimalnya hasil dari tantangan tersebut, dan masuk ke chopping block bersama Louie Sangalang dan Irina Chadsey. Hasilnya, CEO ONE Championship Chatri Sidyodtong memutuskan untuk memulangkan Paulina.
Walau tidak melanjutkan langkah ke final, tapi Paulina mengaku belajar banyak dari keikutsertaannya di The Apprentice: ONE Championship Edition. Hal itu pun diceritakan olehnya dalam sebuah sesi IG Live Inspigo bertajuk Intuition, Intinct and Decision yang dipandu Yoris Sebastian, Senin malam lalu (7/6/2021).
Dalam sesi tersebut, Yoris menanyai Paulina perihal apa yang dirasakan olehnya saat terelimanasi - begitu juga dengan apa yang didapatnya dari ajang bergengsi tersebut.
"Ada yang bilang siapa gitu, pas episode 10 kayak orang putus cinta gitu kayak enggak rela. Rasanya tentu saha waktu ditanya episode 10 sebenarnya agak shock, pas disebut Paulina you're not the one," ujar Paulina.
Selaku manajer proyek, sebenarnya Paulina bisa melempar kesalahan ke Louie atau Irina yang ikut terjatuh bersamanya. Namun, intuisi leader atau pemimpin Paulina tidak membiarkan hal itu.
"Memang pada saat itu my heart benar-benar kayak it's me, I am the leader. Dan sudah kebiasaan pas Anda lead the team and you failed, it's leader's fault."
Sempat menduduki posisi tertinggi di sejumlah perusahaan nasional dan multinasional, membuat Paulina kerap terpanggil untuk menjadi manajer proyek dalam sejumlah episode The Apprentice season ini. Faktanya, ia menjadi salah satu partisipan yang menduduki posisi panas itu paling banyak ketimbang kontender lainnya.
"Satu-satunyanya kandidat yang tiga kali jadi board manager dibandingin sama top two," ujar Paulina.
Paulina juga mengaku, kalau prinsip pemimpin begitu melekat di dirinya. Sayang, hal itu bisa jadi pedang bermata dua ketika dihadapkan pada teman atau rekan kerja yang cukup dekat.
"Aku melihat di sini pelajaran besarnya, kadang-kadang dalam The Apprentice untuk punya sense of business kita bisa biased kalau ada teman," sebutnya.
Sebagai pemimpin, Paulina memang kerap bertanggung jawab penuh atas semua hal yang menimpa timnya. Termasuk juga membela sesama peserta yang dirasa Paulina layak dibantu.
Contohnya saat Paulina membela peserta asal AS, Nazee Sajedi kala dikeroyok oleh anggota lain usai gagal melakukan sesuatu yang bukan spesialisasinya. Hal itu disebut Paulina mengalir dengan otomatis.
Walau tereliminasi, Paulina bercerita kalau sang CEO Chatri Sidyodtong, melakukannya dengan berat hati. Banyak yang kecewa dengan keputusan Chatri saat itu di media sosial.
"Setelah episode 10 Chatri telepon aku, banyak yang bilang di sosmed banyak yang marah sama dia. I dont hear it from other candidate. I am doing my best," cerita Paulina.
Pada Paulina, Chatri berujar kalau ia dan dirinya sama-sama kaya akan jiwa pemimpin - hanya saja berbeda gaya kepemimpinan. Terpenting, Paulina menyebut kalau The Apprentice menjadi ajang ujian bagi nilai-nilai yang dianutnya.
"Kalau insight buat diri sendiri, tes akan value hidup mungkin beda dengan kandidat lain. Ini benar-benar a test of my value," ujarnya.
Lebih lanjut, Paulina siap menyambut apapun yang ada di depan. "I am just seeing the best now," tutupnya.
Episode Finale dari "The Apprentice: ONE Championship Edition" akan tayang di jaringan televisi AXN pada Kamis, 10 Juni, mulai pukul 19:50 WIB.
Selain itu, Kompas TV akan menayangkannya pada Senin, 14 Juni, mulai pukul 22:00 WIB.
