Konten dari Pengguna

Pesan Atlet ONE Championship Tentang Hari Bumi Yang Kian Menua

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rudy "The Golden Boy" Agustian memasuki arena pertandingan ONE Championship (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Rudy "The Golden Boy" Agustian memasuki arena pertandingan ONE Championship (ONE Championship)

Tanggal 22 April diperingati seluruh dunia sebagai Hari Bumi, dan tema yang dipilih untuk tahun ini adalah “Aksi Iklim”.

Tema ini merujuk pada kesempatan kita semua untuk menggalang aksi dan dukungan bagi pemulihan iklim di bumi.

Selama 50 tahun sejak Hari Bumi pertama kali digagas, perubahan iklim tetap menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kemanusiaan.

Perubahan-perubahan yang terjadi tersebut jelas akan berdampak pada kelangsungan hidup habitat kita di bumi.

video youtube embed

Dua atlet ONE Championship –Rudy “The Golden Boy” Agustian dan Egi Rozten– berbagi pandangan dan harapan mereka tentang kondisi lingkungan bumi saat ini, selain tempat impian yang ingin mereka kunjungi atau tinggali dengan kondisi lingkungan terbaik menurut mereka.

“Bumi sudah mulai rusak, banjir dimana-mana, musim yang tidak menentu, global warming, aliran sampah plastik yang terus merusak laut dan isinya selain sungai-sungai, dan kebakaran hutan. Itu semua dilakukan oleh manusia sendiri,” Rudy.

Hal tersebut terasa ironis mengingat keindahan alam yang ada di Indonesia. Bagi Rudy, Indonesia memiliki salah satu kondisi alam terbaik di dunia. Namun, hal tersebut bisa hanya menjadi cerita jika kerusakan alam terus terjadi.

“Saya sangat ingin mengunjungi Indonesia bagian timur, sudah banyak review bagus tersedia,” kata “The Golden Boy”

“Selama ini saya cuma bisa menyaksikan Indonesia bagian timur lewat media sosial atau film saja. Mungkin saat keadaan sudah kembali normal, saya akan merencanakan untuk berkunjung ke sana.”

instagram embed

Rudy berharap ada kesadaran serta upaya-upaya yang dilakukan untuk melindungi bumi.

“Kita bisa melindungi bumi dan merawatnya lagi dimulai dari hal-hal yang simple saja seperti yang sering diajarkan sedari dulu; jangan buang sampah sembarangan,” ujarnya.

“Jika berada di mobil, simpan dulu sampah dan buang ke tempatnya saat sampai tujuan; jangan buang ke jalan, sungai atau laut. Jangan membiarkan air mengucur saat mandi atau mencuci dan sikat gigi. Matikan keran saat sikat gigi atau kegiatan bersih-bersih yang tidak membutuhkan air.”

“Kita pun jangan merusak tanaman, tapi kalau bisa kita tambah dengan menanam di area rumah atau tanah lapang. Seperti itulah contoh-contoh ide praktis agar bumi bisa sehat kembali. Jika kita tidak bisa membantu, at least jangan merusak dan memperparah bumi ini."

instagram embed

Hal senada diungkapkan Egi, atlet flyweight yang senang berpetualang di alam.

Ia mengingatkan semua pihak untuk melindungi dan merawat keindahan alam Indonesia.

“Di Indonesia masih banyak lingkungan yang masih sangat indah, masih ada alam pegunungan yang luas, berbagai kepulauan dan laut serta hutan-hutan. Ini semua harusnya kita jaga bersama” ungkapnya.

Egi Roztenrayakan kemenangan dalam sebuah laga di ONE Championship (ONE Championship)

Egi, yang tumbuh dan besar di Karawang, Jawa Barat, kerap menghabiskan waktu luangnya dengan melintasi alam, seperti mendaki gunung.

“Saya masih sangat ingin mengunjungi Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, selain masih banyak lagi pegunungan dan laut di Indonesia. Saya sangat suka kegiatan naik gunung, karena itu pastinya saya masih ingin menjelajahi alam Indonesia yang indah,” lanjut atlet dari sasana IndoGym ini.

Bagi Egi, berkontribusi terhadap kesehatan alam bisa dimulai oleh hal-hal sederhana. Namun, jika mengharapkan dampak yang masif, maka aksi yang melibatkan pihak-pihak yang memiliki wewenang akan lebih terasa berdampak.

“Kita harus menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan bumi. Sekarang ini kan masih banyak penebangan hutan secara liar dan perusakan laut,” ujarnya.

“Kita bisa mengadakan reboisasi atau penghijauan untuk mengembalikan kondisi hutan. Di laut, kita tidak buang sampah dan limbah pabrik; serta hentikan menggunakan pukat harimau atau bom dalam menjaring ikan."

kumparan post embed