Rudy Agustian Jelaskan Mengapa Laga Puncak ONE: FULL BLAST Layak Jadi Sorotan

The Home Of Martial Arts
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Partai puncak ONE: FULL BLAST pada Jumat, 28 Mei, menawarkan malam penuh aksi yang menampilkan Saemapetch Fairtex melawan “Left Meteorite” Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai dalam laga Muay Thai divisi bantamweight.
Pertandingan dua bintang Thailand di Singapore Indoor Stadium ini menjanjikan laga klasik antara seorang petarung berkarater ultra-agresif dengan catatan KO akan menghadapi petarung counter-striker yang sangat lincah.
Saemapetch, yang menduduki peringkat pertama divisi bantamweight, akan berebut supremasi dengan Kulabdam, yang menempati peringkat ketiga.
Mereka sama-sama ingin menang demi mendapat peluang melawan sang raja bantamweight saat ini, Nong-O Gaiyanghadao.
Salah satu atlet terbaik ONE Championship dari Indonesia, Rudy “The Golden Boy” Agustian, memberikan ulasannya.
“Saemapetch dan Kulabdam sama-sama atlet kidal. Mereka sama-sama mengandalkan sisi kiri tubuh untuk power. Tapi “Left Meteorite” lebih banyak mengandalkan pukulan, selain serangan elbow dan knee,” buka Rudy.
“Sedangkan Saemapetch lebih tentang 'pukul dan tendang'. Gaya bermain Saemapetch lebih cenderung menunggu, sedangkan Kulabdam lebih agresif dengan kombinasi pukulan dan elbow-nya,” lanjutnya.
“The Golden Boy” pun menyoroti tantangan masing-masing atlet untuk bisa keluar sebagai pemenang.
“Ini merupakan pertarungan level dunia yang akan menentukan siapa lebih unggul di kelas elit ini. Kita akan lihat agresifitas Kulabdam versus rentetan counter dari Saemapetch,”paparnya.
Kedua atlet yang akan berlaga masih dalam usia relatif muda. Saemapetch kini berusia 26 tahun, sedangkan sang rival empat tahun lebih muda.
Namun, catatan rekor mereka tak bisa dipandang sebelah mata. Saemapetch telah mengukir 122 kemenangan. Sedangkan Kulabdam memiliki koleksi 63 kemenangan.
Namun, menurut Rudy, catatan tersebut tidak menggaransi kemenangan.
“Sepertinya Kulabdam akan menang lewat KO dalam pertarungan ini dengan serangan pukulan dan elbow yang ganas. ONE selalu menampilkan pertarungan kelas dunia, karena itu tidak ada alasan untuk tidak menonton laga ini,” ujarnya.
“Kita semua harus bersyukur karena berbagai pertandingan kelas dunia ini masih bisa ditonton secara gratis di kanal YouTube ONE Champiobship. Jadi, semua pecinta beladiri atau MMA jangan sampai melewatkan laga ini,” pungkas Rudy Agustian.
Cara Menyaksikan ONE: FULL BLAST
ONE Championship akan menayangkan ONE: FULL BLAST yang dapat disaksikan lewat ONE Super App, Kaskus TV, Vidio, dan MAXStream pada Jumat, 28 Mei, pukul 19:30 WIB.
Selain itu, ajang ini juga akan disiarkan SCTV pada Sabtu, 29 Mei, mulai pukul 23:30 WIB.
