Bola & Sports
·
25 Juli 2021 21:58
·
waktu baca 2 menit

Stefer Rahardian Jelaskan Mengapa Grappler Berpotensi Memiliki Pukulan Kuat

Konten ini diproduksi oleh ONE Championship
Stefer Rahardian Jelaskan Mengapa Grappler Berpotensi Memiliki Pukulan Kuat (999372)
searchPerbesar
Stefer Rahardian (kanan) menghindari pukulan sembari melayangkan serangan pada Adrian Mattheis dalam laga MMA divisi strawweight pada Oktober 2019. Foto: ONE Championship
Dalam dunia MMA, yang menggabungkan berbagai disiplin seni bela diri, para atlet yang berlaga kerap dikategorikan sebagai grappler dan striker.
ADVERTISEMENT
Grappler adalah atlet yang dominan dalam duel bawah seperti gulat jiu-jitsu, sementara striker lebih berbahaya dengan pukulan dan tendangan.
Seorang grappler tentu akan diunggulkan saat laga berjalan di bawah, berkat kemampuan mengunci dalam pitingan hingga memaksa lawan tap out.
Sebaliknya, striker memiliki peluang lebih tinggi saat duel atas berkat kemampuan dalam menendang dan memukul serta gerakan kaki dan kepala yang lincah dalam menghindari serangan. Hal ini biasa ditemui dari petarung Muay Thai atau kickboxing.
Namun, faktanya jalannya laga tidak sesederhana itu. Dalam banyak kesempatan, para grappler tetap memiliki peluang dalam duel atas, dan begitu pun sebaliknya.
Seorang grappler dianggap memiliki tenaga yang besar, berkat latihan rutin yang mereka jalani untuk duel bawah. Sehingga, saat melayangkan pukulan, tenaga besar yang tersimpan tersebut bisa terkonversi menjadi sebuah serangan keras.
ADVERTISEMENT
Seperti yang diungkapkan Stefer “The Lion” Rahardian, pemilik sabuk coklat dalam Brazilian Jiu-Jitsu, hal ini karena seorang grappler mempunyai fisik yang terlatih untuk laga yang eksplosif. Mereka dapat mengerahkan kecepatan dan kekuatan besar secara cepat.
“Kita sering lihat, apalagi atlet yang dasarnya gulat, mereka mempunyai kemampuan KO sekali pukul,” jelas Stefer.
“Ini karena fisik mereka yang dilatih untuk bisa mengeluarkan tenaga secara cepat dan bertahan dalam satu posisi dalam waktu yang lama, daya endurance mereka juga pastinya besar.”
Menurut atlet asal Bali MMA ini, seorang grappler yang telah menyempurnakan strikingnya akan menjadi lawan yang sulit diatasi. Dengan fisik yang kuat, tiap pukulan atau tendangan akan dapat menghasilkan KO.
Namun, striking dari seorang grappler pastinya akan berbeda dengan seorang atlet yang fasih dalam bertukar pukulan.
ADVERTISEMENT
Stefer mengatakan bahwa meskipun seorang grappler telah menjadi well rounded, atau berkemampuan lengkap, teknik pukulan dan tendangan mereka pastinya akan berbeda dengan atlet yang berbasis seni bela diri striking.
“Kebanyakan atlet-atlet yang mempunyai basis grappling akan mengeluarkan satu atau dua pukulan yang dapat menyebabkan lawan mereka jatuh atau KO, lalu mereka akan set up lagi,” jelas pemilik 10 kemenangan dalam MMA profesional ini.
“Beda dengan seorang striker yang mengeluarkan kombinasi pukulan secara efisien dan bertubi-tubi.”
“Karena itu seorang grappler yang benar-benar menguasai kemampuan striking, dari mendaratkan pukulan yang efisien serta menggunakan footwork yang mantap, akan menjadi seorang lawan yang berbahaya,” pungkasnya.

Download ONE Super App untuk Mengikuti Perkembangan Terbaru ONE Championship!

ADVERTISEMENT
ONE: BATTLEGROUND akan tayang pada Jumat, 30 Juli, mulai pukul 19:30 WIB dengan menampilkan laga Kejuaraan Dunia ONE Strawweight Muay Thai. Ajang ini dapat disaksikan lewat ONE Super App, Kaskus TV, Maxstream, Vidio dan SCTV.