Konten dari Pengguna

Tiga Laga Akbar Warnai Ajang Comeback ONE Championship

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rodtang Jitmuangnon dan Petchmorakot Petchyindee Academy akan mempertahankan sabuk Juara Dunia mereka di Bangkok pada 31 Juli mendatang (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Rodtang Jitmuangnon dan Petchmorakot Petchyindee Academy akan mempertahankan sabuk Juara Dunia mereka di Bangkok pada 31 Juli mendatang (ONE Championship)

Tiga laga akbar telah dikonfirmasi akan menjadi tajuk utama dalam ajang ONE: NO SURRENDER pada 31 Juli mendatang di Bangkok.

Ajang tersebut menjadi yang pertama dalam lima bulan terakhir bagi ONE Championship sebagai dampak dari pademi global.

instagram embed

Lewat akun Facebook pribadinya, CEO dan Chairman ONE Championship Chatri Sityodtong mengumumkan line-up tiga laga tersebut – dua diantaranya merupakan duel perebutan sabuk Juara Dunia.

Pada laga puncak, Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon akan mempertahankan sabuk miliknya menghadapi rival lamanya yang juga berasal dari Thailand, Petchdam “The Baby Shark” Petchyindee Academy.

Laga tersebut akan menjadi trilogi bagi kedua kompatriot tersebut setelah bertemu dua kali dengan skor imbang. Mereka telah memulai rivalitasnya sejak masih berlaga di atas arena Muay Thai legendaris di Bangkok, Rajadamnern Stadium.

Petchdam – yang menduduki urutan ke-5 dalam divisi flyweight tersebut – awalnya mengalahkan Rodtang lewat keputusan mutlak (unanimous decision) pada Mei 2017. Namun "The Iron Man" berhasil membalas kekalahan tersebut dengan cara yang sama pada Februari 2018.

Sejak saat itu, mereka berdua menuju pentas dunia ONE Championship dan berlaga dalam ONE Super Series, sebuah liga yang menggabungkan para striker Muay Thai dan kickboxing dunia.

Mereka pun sempat merasakan manisnya sabuk emas ONE Championship.

video youtube embed

“The Baby Shark” merupakan peraih gelar Juara Dunia perdana ONE Flyweight Kickboxing pada bulan Mei 2019, namun harus kehilangan gelar tersebut dalam laga setelahnya. Sementara, Rodtang berhasil merengkuh sabuk juaranya setelah mengalahkan Jonathan Haggerty pada Agustus 2019. Sejak saat itu, ia mampu mempertahankan sabuknya hingga kini.

Pertemuan nanti akan membuktikan siapa yang layak menyandang sabuk Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai.

Petchmorakot Hadapi Yodsanklai "IWE" Fairtex

“The Baby Shark” bukan menjadi satu-satunya atlet asal sasana Petchyindee Academy dalam ajang mendatang. Rekan satu gym serta teman baiknya juga akan kembali beraksi.

Pada bulan Februari lalu, Petchmorakot Petchyindee Academy berhasil mengalahkan Pongsiri PK.Saenchaimuaythaigym lewat putusan mutlak di Jakarta untuk menobatkan namanya sebagai Juara Dunia perdana ONE Featherweight Muay Thai.

video youtube embed

Untuk mempertahankan sabuk emas tersebut, kini ia harus mengalahkan legenda Muay Thai “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex dalam laga pendukung utama dari ajang ONE: NO SURRENDER.

Yodsanklai – yang menduduki peringkat ke-5 dalam divisi featherweight – adalah seorang legenda. Ia telah mengoleksi berbagai sabuk kejuaraan dunia Muay Thai yang juga telah mengalahkan deretan striker terbaik di dunia seperti John Wayne “The Gunslinger” Parr, Andy “Souwer Power” Souwer, Enriko “The Hurricane” Kehl, bahkan Juara Dunia dua-disiplin yang ada di ONE Championship saat ini Sam-A Gaiyanghadao.

Laga nanti akan menjadi sebuah pembuktian penting bagi keduanya. Bagi Petchmorakot, kemenangan atas seorang ikon akan memperkokoh namanya. Sebaliknya, Yodsanklai pun tak ingin menyia-nyiakan sebuah kesempatan emas untuk meraih gelar tertinggi dalam kariernya.

Sittichai Sitsongpeenong Hadapi Superbon

Selain itu, ONE: NO SURRENDER juga akan menampilkan sebuah laga super antara dua kickboxer terbaik yang akan menjalani laga debut mereka di ONE Championship.

“The Killer Kid” Sittichai Sitsongpeenong dijadwalkan untuk bertemu dengan Superbon dalam laga panas tiga ronde.

Pertama kali mereka saling berhadapan adalah pada Januari 2016. Pada ronde kedua, Sittichai mampu membuktikan julukannya dengan mengalahkan atlet asal Banchamek Gym tersebut lewat sebuah hook kanan keras.

Namun delapan bulan kemudian, Superbon berhasil melakukan revans dengan mengalahkan “The Killer Kid” lewat putusan mutlak.

Empat tahun setelah pertemuan terakhir mereka, para fan kini dapat mengharapkan aksi ciamik serupa dari dua atlet kenamaan asal Thailand ini yang tengah berlomba untuk mempertajam rekor serta menaiki peringkat lebih atas di ONE Championship.

Saksikan aksi mereka gratis lewat ONE Super App!

embed from external kumparan