Konten dari Pengguna

Victoria Lee Ceritakan Kisah Debutnya Sebagai Remaja Termuda di ONE Championship

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya Victoria "The Prodigy" Lee saat beraksi di Circle ONE Championship (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Gaya Victoria "The Prodigy" Lee saat beraksi di Circle ONE Championship (ONE Championship)

Victoria “The Prodigy” Lee memenuhi ekspektasi yang ada di pundaknya usai mengatasi perlawanan Sunisa “Thunderstorm” Srisa dalam laga debut profesional di ONE Championship.

Talenta berusia 16 tahun ini tampil dominan dalam laga MMA divisi atomweight di Singapore Indoor Stadium pada Jumat, 26 Februari.

Dalam ajang bertajuk ONE: FISTS OF FURY tersebut, ia menghentikan sang rival dari Thailand dengan teknik rear-naked choke pada ronde kedua.

video youtube embed

Dengan memikul harapan berat sebagai adik dari dua Juara Dunia ONE, “Unstoppable” Angela Lee dan Christian “The Warrior” Lee, remaja Singapura-Amerika ini memikul berbagai ekspektasi besar.

“Saat pertama kali naik ke atas panggung dan mereka mengumumkan nama saya, itu sangat luar biasa. Itu adalah pengalaman yang sangat keren dan saya menikmatinya,” kenang Lee.

“Saya merasakan [berbagai] ketegangan. Ini adalah hal terbesar yang pernah saya lakukan dalam hidup saya dan saya merasakan semua itu saat berjalan memasuki arena. Namun, ketika saya memasuki Circle, saya membendung itu semua, bernafas, dan hal itu benar-benar membantu saya mengosongkan pikiran untuk terfokus pada laga dan tampil di luar sana.”

kumparan post embed

“The Prodigy” memang tampil dominan menghadapi lawan yang justru lebih berpengalaman darinya. Namun, atlet muda ini sadar ada banyak hal yang harus dikembangkan sebelum ia kembali tampil.

“Saya senang dapat menyelesaikan laga dan meraih kemenangan, namun saya selalu ingin mengembangkan diri. Saya tak sabar untuk kembali ke sasana, bekerja lebih keras dan meningkatkan penampilan saya,” kata Lee.

Terdapat beberapa pertukaran serangan antara Lee dan Srisen di awal stanza pembuka, dan judoka Thailand itu bahkan mencetak poin dengan sebuah hip toss (bantingan pinggul) untuk membawa pertarungan ke atas kanvas. Namun, sejak itu, laga mendadak berbalik untuk keunggulan wanita muda asal Hawaii itu.

Setelah membalikkan posisi dan meraih punggung lawannya, “The Prodigy” nampak hampir mencetak penyelesaian dengan ground-and-pound sampai “Thunderstorm” terselamatkan oleh bel.

Victoria Lee melawan rasa gugup jelang laga debutnya di ONE: FISTS FURY akhir Februari silam (ONE Championship)

Walau penyelesaian ronde pertama dapat menjadi awal yang diimpikan, kesempatan untuk menyesuaikan diri dan beradaptasi memberi perwakilan United MMA ini kesempatan lebih banyak untuk belajar – dan mendapatkan lebih banyak waktu berharga di dalam Circle.

Lee kemudian segera memulai aksi pada ronde kedua dan memastikan kemenangan melalui rear-naked choke.

“Saya mengincar rear-naked choke [pada ronde pertama], namun saya tak dapat masuk sepenuhnya ke bawah dagu saat saya berusaha menyelipkan [tangan], dan saya beralih memukulnya untuk mendapatkan TKO,” katanya.

“Saat saya memasuki ronde kedua, itu sama seperti yang seharusnya terjadi pada ronde pertama. Saya hanya mengosongkan pikiran saya dan berkata, ‘Ingat game plan itu.’”

“Saya meraih punggungnya dan hanya menunggu kesempatan yang bagus. Saat saya melihat kepalanya muncul, saya mampu menempatkan kuncian leher itu sepenuhnya kali ini, dan menekan.”

Ken cukup bangga melihat atlet muda ini beradaptasi dalam tiap keadaan, serta bahwa ia kembali ke hal yang paling mendasar demi meraih kemenangan.

“Saya kira ia melakukan apa yang harus ia lakukan. Memasuki ronde kedua, tak ada permasalahan dengan itu. Hal satu-satunya yang kami fokuskan adalah untuk menghentikan lawan kami sebelum bel akhir berbunyi,” ia menegaskan.

Bagi dirinya sendiri, “The Prodigy” memasuki debut profesionalnya dengan berbagai beban dan ekspektasi di pundaknya. Dan, terlepas dari jawaban yang baik atas semua itu, ia mengakui bahwa seperti ada beban yang terangkat dari punggungnya saat wasit menghentikan aksi tersebut.

“Oh, itu seperti kelegaan besar bagi saya,” kata Victoria.

“Terdapat berbagai kegemparan yang mendahului laga ini dengan tekanan dan emosi, dan segera setelah laga itu berakhir, semua itu hanya seperti kelegaan besar. Itu terasa hebat.”

Saat menghentikan Srisen, Lee memberi penampilan yang jauh melebihi usianya, dimana para penggemar kini ingin melihat apakah ia dapat mengikuti jejak kedua kakaknya untuk memasuki Kejuaraan Dunia.

Namun, sang ayah tak ingin terlalu cepat berlari. Ia mengetahui bahwa putrinya memiliki kesempatan melakukan berbagai hal yang hebat, tetapi juga menambahkan bahwa ia terlebih dahulu wajib mengembangkan kemampuannya untuk bersiap menghadapi ujian lain yang jauh lebih berat lagi.

“[Hal yang terpenting] adalah bahwa ia bertumbuh dan belajar dari pengalaman ini, dan bahwa ia terus mengembangkan permainannya,” katanya.

“The Prodigy” pun setuju. Ia akan menghadapi lawannya saat mereka datang sembari terus mengasah kemampuannya di sasana dan di dalam Circle.

Terlebih lagi, sangatlah penting bahwa dirinya melakukan itu dalam ritme yang tepat, agar dirinya dapat membangun dasar yang kuat untuk sesuatu yang jelas akan menjadi karier yang panjang bersama ONE.

“Tak ada seorangpun yang ada dalam pikiran saya [untuk dihadapi selanjutnya],” kata Victoria.

“Saya tak memiliki jumlah laga tertentu yang ingin saya jalani. Saya hanya ingin berkompetisi sesering mungkin. Saya akan kembali ke sasana, berlatih jauh lebih keras lagi, dan semoga dapat [segera] kembali ke dalam arena.”

Cara Menyaksikan ONE: FISTS OF FURY III

video youtube embed

ONE: FISTS OF FURY III akan tayang pada Jumat, 19 Maret. Ajang yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium ini menampilkan atlet Indonesia Aziz "The Krauser" Calim, dan bisa disaksikan lewat ONE Super App, Vidio, MAXStream, serta Kaskus TV mulai pukul 19:30 WIB.

Selain itu, ajang ini juga dapat disaksikan di SCTV mulai pukul 23:30 WIB pada hari yang sama.

kumparan post embed