Gerakan Indonesia ASRI Sebagai Sebuah Do'a

Dosen Program Studi Sastra Jepang, Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA, Bekasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Onin Najmudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penamaan atau menyematkan nama terhadap sesuatu merupakan bagian dari budaya manusia. Dari sudut pandang ilmu linguistik, nama bukan hanya sekedar rangkaian kata, tetapi memiliki makna dan pesan dari yang memberikan nama. Bahkan, bagi sebagian besar budaya masyarakat Indonesia mempercayai bahwa menamai sesuatu merupakan do’a, harapan, cita-cita luhur yang diharapkan terwujud di masa depan.
Pun demikian dengan penamaan gerakan dalam merespon isu lingkungan. Per Februari 2026 pemerintah mengeluarkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dalam rangka mengajak masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam pengelolaan sampah, khususnya di kota-kota besar yang sedang mengalami darurat sampah. Kata ‘asri’ sebagai sebuah kata sifat memiliki arti ‘indah dan sedap dipandang mata’, sementara ‘keasrian’ berarti ‘keindahan dan kesedapan sebuah pemandangan’. Baik ‘asri’ maupun ‘keasrian’ berhubungan erat dengan organ manusia, yaitu mata. Lingkungan yang asri dan keasrian lingkungan merupakan kenikmatan, atau dalam bahasa Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ‘kesedapan pemandangan’ yang dapat kita nikmati, tentu saja dengan syarat jika tidak ada sampah di sekitar kita.
Sementara itu, sebagai sebuah gerakan kata ‘asri’ merupakan sebuah akronim yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Sebagai sebuah akronim, kata ‘asri’ memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan kedudukannya sebagai kata sifat. Kalau kita telusuri lebih jauh, kata ‘asri’ sebagai sebuah akronim memunculkan beberapa pertanyaan, misalnya kata Aman dari A-nya ‘asri’ itu aman dari apa? Kemudian Sehat, Resik, dan Indah dalam kondisi seperti apa? Hal ini membutuhkan penjelasan lebih lanjut agar gerakan ini tidak hanya menjadi slogan semata. Dalam konteks sampah, akronim kata asri dapat kita urai melalui hal-hal yang berkaitan dengan sampah, misal Aman berarti lingkungan kita aman atau bebas dari sampah, Sehat karena sampah dapat menjadi sumber penyakit, Resik dan Indah karena sampah menjadikan lingkungan tidak sedap dipandang mata atau menganggu pemandangan.
Lingkungan yang AMAN dari sampah, masyarakat yang SEHAT, pemandangan yang RESIK dan INDAH merupakan do’a, harapan, dan cita-cita bersama yang diwujudkan dalam bentuk gerakan, yakni Gerakan Indonesia ASRI. Sebagai sebuah do’a, harapan, dan cita-cita, gerakan Indoensia ASRI harus dipahami dan dijalankan oleh semua lapisan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya menjadi do’a, harapan dan cita-cita, tetapi menjadi kenyataan yang menjadi nilai hidup yang menjadi budaya masyarakat kita.
