Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.94.1
Konten dari Pengguna
Bila Istri Bupati Sumenep Bertalian Darah dengan Gubernur NTB
12 Maret 2018 21:17 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:10 WIB
Tulisan dari MataMaduraNews.com tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Jelas hubungan famili itu menunjukkan sesuatu yang selama ini belum terungkap. Bahwa, dalam tubuh Nurfitriana Busyro Karim sebenarnya mengalir darah tuan guru di NTB.
Kepada MataMaduraNews.com, Bunda Fitri-panggilan akrab istri Bupati Busyro ini, menjelaskan hubungan darah dirinya dengan Tuan Guru Bajang-panggilan Gubernur NTB, bertalian di buyut dan nenek mereka.
”Buyut TGH Zainul Majdi dan nenek saya saudaraan dari 5 bersaudara. Kita sama-sama keturunan H M Saleh Cirebon,” ungkapnya, Senin (12/02/2018).
Jika dirunut dengan rinci, istri Bupati Busyro itu menjelaskan, H M Saleh Cirebon memiliki keturunan H Nawawi, buyut TGH Zainul Majdi, bersaudara dengan Hj Siti Saodah, nenek Bunda Fitri.
ADVERTISEMENT
Kemudian, H Nawawi memiliki putri Hj Juhairiyah yang dinikahi ulama karismatik TGKH Zainuddin Abdul Majid. Dari pernikahannya itu, H Nawawi memiliki putri Hj Rauhun. Nah, Hj Rauhun inilah yang menikah dengan Jalaludin dan memiliki putra TGH Muhammad Zainul Majdi yang sekarang menjadi Gubernur NTB selama dua periode.
Sementara Hj Siti Saodah, dari perkawinannya memiliki putra H Husein Zain yang merupakan ayah dari Nurfitriana Busyro Karim yang kini menjadi Ketua TP PKK Sumenep.
”Beliau itu keponakan saya. Bapak saya dan ibu beliau yang saudara sepupu,” kata Bunda Fitri.
Sebelum ke Pendopo, Gubernur Tuan Guru Bajang memberikan kuliah umum di STAIN Pamekasan. Kemudian menuju Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep untuk melantik pengurus Ikatan Alumni Al-Azhar Kairo, Mesir. Barulah bersilaturahim dengan para ulama dan umara Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
ADVERTISEMENT
Rusydiyono, Mata Madura
Editor: Rafiqi