kumparan
8 November 2019 16:12

'Bakmi Tanjung Duren Barat', Kuliner Mi dengan Sentuhan Makassar

Penasaran memang selalu membuat kita mau mencoba sesuatu yang baru. Salah satunya dalam hal kulineran, aku tipe orang yang selalu penasaran dengan sesuatu yang baru atau restoran yang ramainya setengah mati. Gak heran makanya aku bersedia untuk antre 1 jam lebih untuk sebuah minuman atau makanan yang kekinian hahaha.
ADVERTISEMENT
Bakmi Tanjung Duren Barat sesuai namanya terletak di Jalan Tanjung Duren Barat dan sesungguhnya sering sekali aku lewati ketika nongkrong di daerah Tanjung Duren. Rasa penasaran karena adanya sentuhan makassar di dalam bakminya dan juga ada Sup Iga ala Makassar membuat aku akhirnya mencoba tempat ini.
Tempatnya sendiri seperti restoran yang terletak di dalam ruko pada umumnya, dengan beberapa meja yang ada di dalamnya. Saat aku datang kondisinya tidak terlalu penuh hanya ada 1-2 meja yang terisi pengunjung. Menu sudah tersedia di atas meja dan ternyata hanya ada beberapa makanan khas makassar yang tersedia di sini yaitu Sop Iga dan Bakmi saja.
Kita mulai dari Bakmi Ayam Kampung Spesial (Rp 43.000), mi yang digunakan adalah mi tebal ala Makassar dengan topping ayam rebus dan bakso di dalamnya. Sekilas presentasinya mirip dengan bakmi karet dan yang membedakan mereka dengan mi ayam lainnya adalah Sambal Simpati khas Makassar yang rasanya cukup pedas.
ADVERTISEMENT
Tekstur bakminya memang seperti bakmi karet dengan rasa yang gurih dan hebatnya menurut mereka tidak menggunakan MSG. Kuah kaldu ayam kampungnya juara menurutku meskipun harganya sendiri memang cukup mahal untuk ukuran bakmi ayam.
Sop Iga Konro (Rp 48.000) adalah menu berikutnya yang aku coba. Jujur aku pernah mencoba Sop Iga Konro yang terkenal di Makassar dan mau tidak mau akan jadi pembanding dalam membahas menu ini. Untuk tekstur iga mereka menurut aku cukup empuk dan daging di dalamnya melimpah ruah. Permasalahannya kuah sop nya rasanya kurang bold dan kurang gurih dibanding sop konro yang pernah aku coba.
Mi Iga Konro (48.000) tidak memiliki sensasi yang berbeda dengan Sop Iga Konro mereka bedanya mereka menggunakan mi di dalamnya. Minya sendiri berbeda dengan mi yang digunakan untuk menu bakmi mereka, lebih plain rasanya.
Iga Bakar (Rp 48.000) menjadi penutup atau menu terakhir yang aku coba di sini. Lagi-lagi tekstur iganya menurut aku pas di lidah, empuk, tidak terlalu keras dan cukup terasa bumbunya. Jangan lupa menggunakan sambal kacang yang memang menjadi ciri khas mereka.
ADVERTISEMENT
Overall kalau kalian expect makanan khas Makassar yang bumbunya bold dan berani, tempat ini mungkin belum menjadi pilihan yang pas. Rasa yang mereka hadirkan sudah disesuaikan dengan lidah orang Jakarta dan yang patut diapresiasi adalah komitmen mereka untuk tidak menggunakan MSG. Namun jika kalian bingung mau makan apa di daerah Tanjung Duren, tempat ini bisa menjadi pilihan.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan