Pencarian populer

Mencicipi Boba Fever, Kuliner Kekinian di 2019

Annyeonghaseyo! Kalau ditanya sama beberapa followers aku di Instagram @oppakuliner "Apa sih yang lagi happening banget untuk di dunia Food & Beverages?" Tanpa ragu aku akan menjawab "Everything related with boba or brown sugar"
ADVERTISEMENT
Fenomena boba atau brown sugar ini memang cukup fenomenal di 2019 ini, segala macam produk dengan based boba atau brown sugar bermunculan di mana-mana. Dari pemain lama seperti Chatime, Hop Hop, dan Old Chang Kee sampai pemain baru seperti Banban Tea, Onezo dan brand lainnya.
Uniknya fenomena ini tidak hanya spesifik menyentuh dunia minuman bubble tea saja, beberapa kopi susu berinovasi dengan menggunakan boba atau brown sugar. Salah satu inovasi juga dilakukan oleh Benedict Jakarta yang meluncurkan menu bernama "Boba Fever".
Sebelum membahas mengenai Boba Fever, sedikit preview mengenai Benedict Jakarta. Restoran ini merupakan bagian dari Union Group, restoran yang digawangi oleh chef Fernando Sindu dan Charins Chang, sudah beroperasi sejak 2015, Benedict Jakarta saat ini memiliki dua gerai, di Grand Indonesia dan Pacific Place.
Boba Fever ini diluncurkan di Benedict Jakarta sejak tanggal 24 April 2019. Tidak hanya menghadirkan menu boba, ada beberapa atribut atau ornamen dekorasi bertema boba yang bisa kalian temukan di sini.
ADVERTISEMENT
Boba Fever sendiri basically terdiri dari enam pilihan menu yang menggunakan boba sebagai salah satu bahan di dalamnya. Menu yang ada terdiri dari Boba Cake, Boba Churros, Boba French Toast, Brown Sugar Milk Tea, Early Grey Milk Tea, dan Boba Kopi Lokal.
Pada artikel kali ini, aku akan membahas kelima menu yang ada di dalam Boba Fever ini karena unfortunately menu Boba Churros-nya selalu not available ketika aku ke sini (anyway artikel ini dibuat dalam three times visit aku ke Benedict Jakarta). So lets we discuss about their Boba Fever menu !
Boba Cake - 60k
Menu pertama yang akan aku bahas adalah cake yang menjadi makanan fenomenal di restoran tersebut (contohnya Milo Cake yang viral juga). Yang aku suka dari menu ini adalah crumble di dalamnya yang membawa tekstur renyah di dalam cake ini. Sensasi berbeda dibawa oleh Earl Grey Buttercream yang cukup menarik ketika dipadukan dengan cream cheese dan cake yang terbuat dari brown sugar. Sayangnya boba yang aku makan saat itu sedikit keras dan tidak terlalu chewy.
Brown Sugar Milk Tea - 45k
ADVERTISEMENT
Nah menu satu ini adalah menu yang menurut aku secara jenis menu paling biasa karena banyak brand lainnya yang memiliki spesialisasi di Brown Sugar Milk Tea. Jadi dibilang inovasi baru, tidak juga. Nah untuk Brown Sugar Milk Tea mereka bukan tipe yang creamy dan cenderung milky (dominan rasa susunya). Untuk bobanya berbeda dengan menu yang lain, ini adalah bentuk boba paling sempurna di antara menu lain. Chewy dan pas di mulut aku!
Boba French Toast - 60k
Seperti yang aku bilang, menu-menu yang aku coba di sini aku eksplor dalam tiga kali kunjungan dan untuk menu ini adalah menu terakhir yang aku coba dalam kunjungan yang terakhir. Theres nothing wrong with their french toast yang perfectly made menurut aku dan cream cheese-nya yang pas (di Boba Cake juga ini enak banget pas dipadu sama earl grey), tapi bentuk boba paling keras selama berkunjung ke sana ada di menu ini. Mungkin konsistensi dalam membuat boba harus diperhatikan di menu Boba Fever ini, ya.
Earl Grey Milk Tea - 45k
ADVERTISEMENT
Menggunakan boba pearls dan cream, aroma earl grey-nya sangat terasa di menu ini dari seruput pertama kali. Sayangnya bagiku rasanya terlalu manis dipreferensi lidahku dan once again bobanya tidak terlalu chewy dan agak keras.
Boba Kopi Lokal - 45k
Kopi mereka beneran enak! Seenak itu sampai even enggak ada bobanya pun i will drink it everyday! Gula Melaka dan Espresso-nya kombinasi yang pas banget dan rasanya beneran seenak itu! Tapi lagi-lagi sayangnya bobanya agak keras, once again konsistensi boba mereka harus ditinjau kembali.
Itu dia review aku mengenai Boba Fever dari Benedict Jakarta. Overall inovasi yang berani hanya perlu dievaluasi kembali konsistensi bobanya. Sepertinya Boba Fever ini masih akan bertahan sepanjang 2019, so see you in another review soal boba.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80