4 Cara Menjemur Bayi yang Benar untuk Mengindari Iritasi Kulit

#SemuaUntukSiKecil
Tulisan dari Orami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Moms yang punya bayi baru lahir mungkin masih bingung cara menjemur bayi yang benar. Agar tidak salah hingga menimbulkan iritasi kulit, simak cara menjemur bayi yang benar di bawah ini.
Bayi sering berjemur di pagi hari. Kegiatan ini dapat menyehatkan tubuhnya dan memberikan kehangatan. Berjemur pagi bayi juga mampu mengencerkan dahak, mengurangi penyakit kuning akibat bilirubin yang tinggi, dan mengaktifkan pembentukan vitamin D di dalam tubuh.
Meski memiliki banyak manfaat, menjemur bayi tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Kulit sensitif bayi baru lahir perlu dilindungi dari efek berbahaya matahari, termasuk panas dan kelembapan.
Baca Juga: 4 Cara Melindungi Kulit dari Sinar Matahari ketika Hamil
Paparan sinar matahari yang berlebihan pada Si Kecil meningkatkan risiko kanker kulit di kemudian hari. Inilah alasan mengapa perlindungan terhadap sinar matahari sangat penting bagi anak.
Menjauhkan bayi dari sinar matahari langsung adalah ide yang bagus, tetapi memaparkan Si Kecil pada sinar matahari yang lembut, terutama di pagi hari bisa bermanfaat dalam banyak hal.
Bagaimana cara menjemur bayi yang benar?
Cara Menjemur Bayi yang Benar
Jangan ragu, jangan bimbang, berikut ini cara menjemur bayi yang benar. Dicoba di rumah yuk, Moms.
Bayi Tidak Perlu Telanjang
Cara menjemur bayi yang benar yang pertama adalah bayi tidak perlu telanjang.
“Bayi tidak perlu telanjang untuk berjemur. Moms bisa menjemur bayi hanya dengan lengan, tungkai atau punggung yang terpajang,” jelas dr. Susie Rendra, dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpraktik di RS Pondok Indah – Puri Indah, dalam webinar "Menjaga Kesehatan Kulit Bayi dan Anak", Kamis, 10 Desember 2020.
Baca Juga: Tips Mencuci Baju untuk Merawat Kulit Bayi, Simak di Sini
Menurutnya, Si Kecil bisa berjemur hanya dengan memakai kaus kutang atau singlet dan celana pendek yang anak kenakan sehari-hari.
Frekuensi Menjemur Bayi
Cara menjemur bayi yang benar yang selanjutnya adalah perhatikan frekuensi menjemur bayi. Mungkin masih banyak Moms yang bertanya-tanya, “harus sesering apakah kita menjemur bayi?”
“Batasi frekuensi berjemur bayi menjadi 2-3 kali dalam seminggu, karena itu saja sudah mencukupi kebutuhan vitamin D bayi,” tutur dr. Susie.
Jadi, hindari menjemur bayi setiap hari ya Moms, karena tidak baik juga bila berlebihan.
Perhatikan Waktu Berjemur yang Tepat
Cara menjemur bayi yang benar yang selanjutnya adalah perhatikan waktu berjemur. Saat berjemur, tubuh membutuhkan minimal 15 menit sinar UV setiap hari, bergantung pada warna kulit bayi.
Si Kecil yang berkulit lebih gelap membutuhkan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari, tetapi tidak boleh lebih dari 30 menit ya, Moms.
Baca Juga: Benarkah Vitamin D Dapat Menambah Kesuburan?
Pastikan UV Index Aman
Cara menjemur bayi yang benar yang selanjutnya adalah memastikan UV index aman. Hal penting yang mungkin sering terlewatkan oleh para Moms adalah mengukur UV index saat anak berjemur. Menurut dr. Susie, index yang aman adalah antara 4-6.
“Moms bisa menggunakan smart phone untuk mengukur UV index saat anak berjemur,” kata dr. Susie.
Itulah Moms beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjemur bayi. Pastikan aman dan jangan terlalu lama, ya!
Artikel dari Orami Parenting
