Konten dari Pengguna

Ingin Pernikahan Langgeng? Pahami Cara Jaga Komitmen dalam Hubungan

Orami

Orami

#SemuaUntukSiKecil

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Orami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi "langgeng". Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi "langgeng". Foto: Pixabay

Sering menonton film atau serial drama yang menceritakan dua tokoh utamanya menikah dan berakhir bahagia selamanya?

Pada realitanya, tantangan baru dapat dirasakan ketika dua pasangan sudah menjadi suami dan istri. Pernikahan yang selalu bahagia itu hanyalah semu.

Pernikahan sesungguhnya adalah belajar untuk memahami pasangan setiap hari, menurunkan ego, dan menjaga komitmen.

Nah, berbicara tentang komitmen, ini merupakan salah satu pilar utama dan penting dalam sebuah pernikahan. Ada banyak hal yang bisa Moms lihat dari pasangan, apakah ia benar-benar berkomitmen dalam pernikahan atau tidak.

Moms juga harus mengetahui tips yang tepat dalam menjaga komitmen dalam pernikahan. Ini ulasan menarik yang bisa Moms simak untuk pernikahan yang harmonis.

Baca Juga: 11+ Tips Membangun Keluarga Harmonis Menurut Islam, Yuk Amalkan!

Menjaga Komitmen dalam Pernikahan

Dilansir dari Psychology Today, komitmen pribadi adalah hal yang paling penting.

Ketika kita sudah mampu berkomitmen dengan diri sendiri akan menjaga pernikahan dengan baik dan mau belajar untuk terus menjadi pasangan yang terbaik, maka hal ini akan berdampak baik.

Secara tidak langsung, hal tersebut akan mengarahkan Moms tentang bagaimana berkomitmen dengan pasangan.

Terdengar mudah, ya, Moms? Kenyataannya, pasti akan selalu ada tantangan yang harus dihadapi. Untuk itu, simak beberapa tips menjaga komitmen dalam pernikahan yang bisa Moms ikuti:

  1. Memahami Sudut Pandang Pasangan

Seringnya, kita memiliki ekspektasi yang tinggi dengan pasangan dan hal ini hanya menjadi sumber sakit hati dan pertengkaran dalam rumah tangga. Pasangan tidak bisa selalu seperti yang kita inginkan.

Moms harus menjaga ekspektasi agar tidak terlalu tinggi dan lebih memahami keadaan menurut sudut pandang pasangan. Biasanya, seseorang hanya melihat berbagai hal melalui pengalamannya sendiri.

Namun, berbeda ketika sudah berubah tangga, Moms harus mampu melihat dari sudut pandang pasangan. Nantinya, hal ini akan membuang semua ego yang membuat Moms memiliki ekspektasi tinggi pada pasangan.

  1. Mengabaikan Godaan

Seiring bertambahnya usia pernikahan, pasti akan ada godaan yang bisa terjadi. Hal ini menguji Moms untuk menjaga komitmen dalam pernikahan.

Jangan pernah membuka pintu harapan untuk siapa pun yang berniat masuk dan berusaha kehidupan rumah tangga Moms.

Ketika Moms dan pasangan mampu menjaga komitmen dalam pernikahan dengan baik, maka kesetiaan akan terbukti. Sehingga, tidak ada yang namanya perselingkuhan dalam rumah tangga Moms dan Dads.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan setelah Tahu Suami Berselingkuh?

  1. Evaluasi dalam Hubungan

Pada kenyataanya, setiap hubungan membutuhkan evaluasi demi kemajuan yang lebih baik ke depannya. Hal ini bisa dikomunikasikan dengan pasangan.

Cara ini juga membuka kesempatan bagi Moms dan pasangan untuk saling jujur satu sama lain. Namun, sebagai catatan bahwa tidak boleh marah atau mengelak ketika ada yang memberikan kritikan, ya.

Ketika kritikan dapat membangun, maka ini juga menjadi introspeksi diri yang baik bagi Moms dan suami ke depannya.

Selain melakukan evaluasi dalam hubungan, Moms dan pasangan juga bisa mengatur rencana-rencana ke depannya.

Moms juga bisa menjaga komitmen dengan baik ketika semua berjalan beriringan dengan rencana yang sudah dibuat bersama.

Nah, bagaimana apabila pasangan enggan melakukan evaluasi bersama? Moms bisa mengakalinya dengan mengajaknya mengobrol ringan menjelang waktu tidur.

Bicarakan dengan santai tanpa harus terkesan menghakimi. Intinya, jangan memaksakan diri agar semua berjalan sesuai dengan keinginan kita, ya.

Cobalah untuk memahami pasangan dan mengutarakan apa harapan kita untuk pasangan. Cara ini lebih berhasil daripada Moms hanya memberikan kode kepada pasangan.

Itulah hal yang bisa dipahami tentang komitmen dalam rumah tangga. Selamat menikmati setiap prosesnya, ya, Moms dan percayalah bahwa semua akan baik-baik saja ketika ada usaha dari keduanya.

Artikel dari Orami Parenting