Konten dari Pengguna

Organisasi dan SDM: Bisnis Sulit Berkembang Jika Orang-Orang di Dalamnya Tidak Bekerja Sama

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mochammad Fakhri Afkar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AI
zoom-in-whitePerbesar
AI

Organisasi dan SDM memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana sebuah bisnis dijalankan. Pernah berada dalam kelompok yang anggotanya sama-sama sibuk, tetapi pekerjaan justru tidak kunjung selesai? Ada yang mengerjakan tugas yang sama, ada yang tidak tahu harus melakukan apa, bahkan ada bagian pekerjaan yang akhirnya tidak dikerjakan siapa pun. Situasi seperti ini juga bisa terjadi di lingkungan perusahaan.

Situasi seperti itu ternyata tidak hanya terjadi dalam tugas kelompok. Di dunia kerja, masalah serupa bisa muncul ketika sebuah perusahaan tidak memiliki pembagian tugas dan komunikasi yang jelas.

Bayangkan sebuah usaha makanan yang mulai ramai pembeli. Pemiliknya memiliki beberapa karyawan, tetapi tidak ada pembagian pekerjaan yang pasti. Semua orang membantu melayani pelanggan, tetapi tidak ada yang secara khusus bertanggung jawab memeriksa stok, mencatat pesanan, atau mengawasi kebersihan. Ketika pesanan meningkat, pekerjaan menjadi kacau.

Menurut saya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis tidak cukup hanya mengandalkan produk dan modal. Orang-orang yang menjalankan kegiatan bisnis juga perlu diatur dan dikembangkan dengan baik.

Pembagian Tugas Membuat Pekerjaan Lebih Terarah

Dalam sebuah organisasi, setiap orang sebaiknya mengetahui tanggung jawabnya. Pemilik usaha dapat membagi pekerjaan berdasarkan kemampuan dan kebutuhan operasional. Ada karyawan yang bertugas melayani pelanggan, mengelola persediaan, menyiapkan produk, dan mencatat transaksi.

Pembagian tugas bukan berarti setiap orang hanya boleh mengerjakan satu hal. Dalam keadaan tertentu, karyawan tetap bisa saling membantu. Namun, tanggung jawab utama harus jelas agar pekerjaan tidak saling tumpang tindih.

Selain pembagian tugas, komunikasi juga memiliki peran penting. Kesalahan kecil bisa menjadi masalah besar ketika informasi tidak disampaikan dengan baik. Misalnya, bagian persediaan tidak mengetahui bahwa stok bahan baku hampir habis sehingga bagian produksi kesulitan memenuhi pesanan.

Karyawan Bukan Sekadar Tenaga Kerja

Sumber daya manusia atau SDM sering dianggap sebagai bagian yang hanya bertugas menjalankan pekerjaan perusahaan. Padahal, karyawan juga memiliki pengetahuan, keterampilan, ide, dan pengalaman yang dapat membantu perkembangan usaha.

Perusahaan yang ingin berkembang sebaiknya tidak hanya menuntut hasil kerja, tetapi juga memberikan kesempatan kepada karyawan untuk belajar. Pelatihan, arahan dari atasan, lingkungan kerja yang aman, dan komunikasi yang terbuka dapat membantu karyawan menjalankan tugas dengan lebih baik.

Penelitian yang dirangkum oleh International Labour Organization (ILO) pada 2014 dalam publikasi Can Better Working Conditions Improve the Performance of SMEs? menemukan bahwa praktik tempat kerja yang baik berkaitan dengan hasil positif bagi perusahaan, seperti berkurangnya pergantian karyawan, meningkatnya keuntungan, dan kepuasan pelanggan. Penelitian tersebut juga menekankan pentingnya menggabungkan beberapa praktik yang baik, termasuk pelatihan dan kondisi kerja yang layak.

Temuan ini memperlihatkan bahwa memperhatikan karyawan bukan sekadar memenuhi kebutuhan internal perusahaan. Hal tersebut juga dapat memberikan dampak terhadap kinerja bisnis.

Pemimpin Perlu Mendengarkan, Bukan Hanya Memberi Perintah

Menurut saya, organisasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh banyaknya aturan. Cara pemimpin memperlakukan anggota tim juga sangat berpengaruh.

Seorang pemimpin memang perlu memberikan arahan dan memastikan pekerjaan selesai sesuai target. Namun, pemimpin juga perlu mendengarkan kendala yang dihadapi karyawan. Bisa saja pekerjaan terlambat bukan karena karyawan tidak disiplin, melainkan karena alat yang digunakan tidak memadai atau pembagian tugas kurang tepat.

Ketika komunikasi berjalan dua arah, masalah bisa diketahui lebih awal. Karyawan pun memiliki kesempatan untuk menyampaikan ide atau masukan yang mungkin bermanfaat bagi perusahaan.

Hal ini semakin penting ketika dunia kerja berubah akibat perkembangan teknologi. Perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu belajar dan menyesuaikan diri. Karena itu, pengembangan keterampilan sebaiknya menjadi bagian dari pengelolaan SDM.

Organisasi yang Sehat Dimulai dari Kerja Sama

Sebuah perusahaan tidak akan berjalan hanya karena memiliki pemimpin yang hebat. Dibutuhkan kerja sama dari seluruh orang yang terlibat di dalamnya. Setiap bagian memiliki peran yang saling mendukung, mulai dari produksi, pemasaran, pelayanan, hingga pengelolaan keuangan.

Bagi saya, organisasi dan SDM merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Organisasi memberikan arah dan pembagian tanggung jawab, sedangkan sumber daya manusia menjalankan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.

Pada akhirnya, bisnis yang berkembang bukan hanya bisnis yang mampu menjual banyak produk, tetapi juga bisnis yang mampu membangun lingkungan kerja yang baik. Ketika orang-orang di dalamnya memahami tanggung jawab, saling berkomunikasi, dan mendapatkan kesempatan untuk berkembang, perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan.