Konten dari Pengguna

Pengelolaan Sampah Organik Untuk Melestarikan Lingkungan

Oryza Sativa

Oryza Sativa

Mahasiswa Jurusan Kimia di Universitas Andalas

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Oryza Sativa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber: dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
sumber: dokumen pribadi

Abstrak

Sampah organik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Timbunan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran tanah, air, dan udara, serta menjadi sarang perkembangbiakan hama dan penyakit. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan sampah organik dan upaya-upaya pencegahannya.

Pendahuluan

Sampah organik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan penanganan yang tepat. Sampah organik bisa dikatakan sebagai sampah ramah lingkungan, bahkan dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat jika dikelola dengan tepat. Namun, jika tidak dikelola dengan benar, sampah organik dapat menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap akibat pembusukan yang cepat .

Permasalahan Lingkungan Sampah Organik

Sampah organik, seperti sisa makanan, daun-daunan, atau ranting pohon, merupakan jenis sampah yang mudah terurai di alam. Namun, permasalahan terkait dengan sampah organik meliputi penumpukan yang tidak terkelola dengan baik, menyebabkan dampak negatif seperti menurunnya kualitas kehidupan, keindahan lingkungan, potensi terjadinya banjir, dan menurunnya kualitas kesehatan warga masyarakat di sekitar area polusi sampah.

Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, di antaranya:

1. Pencemaran tanah

Sampah organik yang terurai secara alami akan menghasilkan zat-zat kimia yang dapat mencemari tanah, seperti asam-asam organik, metana, dan karbon dioksida. Hal ini dapat menurunkan kualitas tanah dan mengganggu kesuburan tanah.

2. Pencemaran air

Sampah organik yang terbawa aliran air hujan atau pembuangan limbah cair dapat mencemari sumber-sumber air, seperti sungai, danau, dan air tanah. Pencemaran air dapat mengganggu ekosistem perairan dan menurunkan kualitas air untuk keperluan sehari-hari.

3. Pencemaran udara

Proses dekomposisi sampah organik yang tidak terkendali dapat menghasilkan gas-gas berbahaya, seperti gas metana.

Pencegahan dan Pengelolaan Sampah Organik

Untuk mencegah permasalahan lingkungan akibat sampah organik, beberapa langkah pencegahan dan pengelolaan dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan memisahkan sampah organik dalam wadah tersendiri, sehingga memudahkan proses pengolahan menjadi pupuk kompos. Selain itu, optimalisasi seluruh aspek rantai nilai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir juga diperlukan untuk menguatkan pengelolaan sampah di sumber, mengurangi timbulan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan.

Data Terkait Sampah Organik di Indonesia

Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022 menyebutkan bahwa jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 21.1 juta ton. Dari total produksi sampah nasional tersebut, 34,29% (7,2 juta ton) belum terkelola dengan baik. Oleh karena itu, gerakan sosial kolaboratif seperti Gerakan Indonesia Bersih diharapkan dapat membina mental masyarakat untuk sadar dan paham akan permasalahan sampah dan bergerak untuk mengambil bagian dalam pengelolaan sampah

Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan

Selain pengelolaan sampah organik, upaya pencegahan pencemaran lingkungan juga melibatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk terbiasa memilah sampah rumah tangga menjadi sampah organik dan non-organik. Selain itu, teknologi pembuatan kompos dari sampah organik juga dapat dimanfaatkan kembali untuk pupuk, serta kreativitas dalam membuat souvenir atau kerajinan tangan dengan memanfaatkan sampah. Pengelolaan sampah organik yang tepat dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, yaitu:

1)Pengurangan sampah organik melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

2)Pengomposan sampah organik untuk dijadikan pupuk organik

3)Pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku biogas

4)Edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik.

Penerapan pendekatan-pendekatan tersebut secara komprehensif dapat membantu mengurangi timbunan sampah organik dan melestarikan lingkungan. Dengan langkah-langkah pencegahan dan pengelolaan yang tepat, diharapkan permasalahan lingkungan sampah organik dapat diminimalisir dan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan.