Mana yang Lebih Kreatif, Bekerja Sendiri atau Berkelompok?

Mahasiswa Magister Sains Psikologi Industri dan Organisasi, Universitas Indonesia
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Osi Isna Sabela tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Era kolaboratif di dunia kerja saat ini mendorong para pekerja untuk melakukan proses bekerja sama atau berkelompok dalam menghasilkan ide dan menyelesaikan permasalahan untuk mencapai visi bersama.
Lalu, apakah bekerja berkelompok akan selalu menghasilkan ide dan solusi yang lebih kreatif dibandingkan bekerja sendiri?
Tulisan ini membahas bahwa bekerja sendiri tidak selalu buruk bahkan dapat lebih kreatif daripada berkelompok jika didukung beberapa faktor.
Kreativitas adalah konstruk pada level individu yang merupakan kemampuan menghasilkan karya baru yang orisinal, tak terduga, dan berguna yang mencakup ide, penemuan, dan terobosan (McLean, 2005). Bisa saja ide inovatif dihasilkan dari kerja kelompok, namun sayangnya rentan terhadap groupthink karena adanya shared mental models yang membuat semakin mudahnya mencapai kesepakatan sehingga dapat mematikan kreativitas (Santos, et al, 2015; Friedman, et al, 2016).
Apa saja sih faktor-faktor yang mendukung bahwa bekerja sendiri akan lebih kreatif?
1. Kecerdasan Intelektual Tingkat Tinggi
Bekerja sendiri lebih kreatif jika didukung dengan kecerdasan intelektual tingkat tinggi seperti fleksibilitas kognitif, pemecahan masalah, dan retensi pengetahuan (Frith, et al, 2021). Hal itu mencakup pemikiran divergen untuk menghasilkan output dengan cara baru dan pemikiran konvergen untuk menggabungkan informasi dan mencari hasil terbaik (Zheng, et al, 2023). Perlu diimbangi juga dengan kecerdasan emosional yang membantu individu mempertimbangkan berbagai sudut pandang (Jafri & Choeden, 2016).
2. Kepribadian Openness
Bekerja sendiri lebih kreatif jika didukung dengan kepribadian tertentu. Openness adalah tipe kepribadian yang paling konsisten dan terkait dengan kreativitas yang mencerminkan kecenderungan untuk mengeksplorasi hal baru, merekonseptualisasi, atau merenovelisasi (Gocłowska, et al, 2019). Openness tinggi mendorong perolehan pengetahuan yang lebih luas yang mendukung kreativitas (Jauk, et al, 2013). Selain openness, profil kepribadian yang menghasilkan kreativitas tinggi mencakup sifat optimis, berani menghadapi ketidakpastian, memiliki persistensi tinggi, dan menunjukkan tanggung jawab (Eakle, et al, 2012).
3. Keahlian Khusus yang Relevan
Bekerja sendiri lebih kreatif jika didukung dengan tingkat keahlian tertentu. Keahlian khusus dalam suatu domain diperlukan untuk pencapaian kreativitas yang signifikan (Kaufman, 2010). Artinya, potensi kreativitas akan meningkat ketika individu memiliki keahlian yang sesuai. Brainstorming dalam kerja kelompok mungkin menghasilkan ide lebih kreatif. Namun jika dikaitkan dengan keahlian, kelompok dengan individu yang memiliki keahlian terlalu berbeda membuat individu di dalamnya sulit memahami, apalagi memanfaatkan perspektif individu lain untuk meningkatkan kreativitasnya (Huang, et al, 2014).
4. Lingkungan Suportif
Bekerja sendiri lebih kreatif jika didukung dengan lingkungan suportif. Dukungan dapat menciptakan lingkungan menyenangkan sehingga mendorong munculnya ide baru (Tsai, et al, 2015). Bentuknya dapat berupa penghargaan dan pengakuan atas karya individu serta sumber daya dalam bentuk sarana, prasarana, dan saluran informasi (Robbins & Judge, 2022; Sonenshein, 2014). Lingkungan suportif mendorong bebasnya aliran ide dan memberikan keleluasaan individu memutuskan bagaimana mengelola pekerjaannya (autonomy). Autonomy dalam bekerja sendiri dapat menghindarkan individu dari intra‐group conflict dalam kerja kelompok yang menghambat kreativitas akibat ketegangan di antara anggota tim yang memiliki perbedaan (Santos, et al, 2015). Aspek lain dari lingkungan adalah budaya, di mana organisasi organik yang secara jelas mengomunikasikan kreativitas sebagai tujuan yang dihargai, lebih besar kemungkinan menumbuhkan perilaku kreatif (McLean, 2005).
Penutup
Dari sisi organisasi, bisa saja yang paling baik adalah memadukan antara bekerja sendiri dan berkelompok karena ide kreatif yang dihasilkan para pekerja secara individu dengan faktor-faktor yang telah disebutkan di atas akan lebih powerful setelah dipadupadankan dengan berbagai ide dari individu lainnya. Tentu akan semakin banyak pilihan terkait ide kreatif yang dapat menjadi alternatif bahkan menjadi pool of idea. Selain itu, organisasi bisa menandai individu-individu mana yang menonjol untuk disatukan kedalam Think Tank yang akan berguna mendukung sepak terjang organisasi menjadi lebih inovatif sehingga organisasi tetap memiliki keunggulan kompetitif.
***
Referensi:
Deichmann, D, Jensen, M. (2018). I can do that alone…or not? How idea generators juggle between the pros and cons of teamwork. Strat Mgmt J. 39:458–475. https://doi.org/10.1002/smj.2696.
Eakle, RAC., Eakle, AJ., & Fuentes, CC. (2012). The Multiple Relations Between Creativity and Personality, Creativity Research Journal, 24:1, 76-82, https://remote-lib.ui.ac.id:2075/10.1080/10400419.2012.649233.
Friedman, H. H., Friedman, L. W., & Leverton, C. (2016). Increase Diversity to Boost Creativity and Enhance Problem Solving. Psychosociological Issues in Human Resource Management, 4(2), 7-33. Retrieved from https://www.proquest.com/scholarly-journals/increase-diversity-boost-creativity-enhance/docview/1906048649/se-2.
Frith, E., Elbich, D. B., Christensen, A. P., Rosenberg, M. D., Chen, Q., Kane, M. J., . . . Beaty, R. E. (2021). Intelligence and creativity share a common cognitive and neural basis. Journal of Experimental Psychology: General, 150(4), 609-632. https://doi.org/10.1037/xge0000958.
Gocłowska, M. A., Ritter, S. M., Elliot, A. J., & Baas, M. (2019). Novelty seeking is linked to openness and extraversion, and can lead to greater creative performance. Journal of Personality, 87(2), 252–266. https://remote-lib.ui.ac.id:2075/10.1111/jopy.12387.
Huang, X., Hsieh, J. P., & He, W. (2014). Expertise dissimilarity and creativity: The contingent roles of tacit and explicit knowledge sharing. Journal of Applied Psychology, 99(5), 816-830. https://doi.org/10.1037/a0036911.
Jafri, M. H., Dem, C., & Choden, S. (2016). Emotional Intelligence and Employee Creativity: Moderating Role of Proactive Personality and Organizational Climate. Business Perspectives & Research, 4(1), 54–66. https://remote-lib.ui.ac.id:2075/10.1177/2278533715605435.
Jauk, E., Banedek, M., Dunst, B., Neubauer, AC. (2013). The relationship between intelligence and creativity: New support for the threshold hypothesis by means of empirical breakpoint detection, Intelligence, Volume 41, Issue 4, 2013, Pages 212-221, ISSN 0160-2896, https://doi.org/10.1016/j.intell.2013.03.003.
Kaufman, J. C., & Sternberg, R. J. (Eds.). (2010). The Cambridge handbook of creativity. Cambridge University Press.
McLean, L. D. (2005). Organizational culture's influence on creativity and innovation: A review of the literature and implications for human resource development. Advances in Developing Human Resources, 7(2), 226-246. Retrieved from https://www.proquest.com/scholarly-journals/organizational-cultures-influence-on-creativity/docview/221182035/se-2.
Robbins, S.P. & Judge, T.A. (2022). Organizational Behavior. 14th Edition, Pearson Education, Inc., London.
Sandberg, J. (2006). Brainstorming works best if people scramble for ideas on their own. Wall Street Journal Retrieved from https://www.proquest.com/newspapers/brainstorming-works-best-if-people-scramble-ideas/docview/398970459/se-2.
Santos, C. M., Uitdewilligen, S., & Passos, A. M. (2015). Why is Your Team More Creative Than Mine? The Influence of Shared Mental Models on Intra-group Conflict, Team Creativity and Effectiveness. Creativity & Innovation Management, 24(4), 645–658. https://remote-lib.ui.ac.id:2075/10.1111/caim.12129.
Sonenshein, S. (2014). How organizations foster the creative use of resources. The Academy of Management Journal, 57(3), 814–848. https://www.jstor.org/stable/43589284.
Tsai, C.Y., Horng, J.S., Liu, C.H., & Hu, D.C. (2015). Work environment and atmosphere: The role of organizational support in the creativity performance of tourism and hospitality organizations, International Journal of Hospitality Management, Volume 46, Pages 26-35, ISSN 0278-4319, https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2015.01.009.
Zheng, Y., Denervaud, S., & Durrleman, S. (2023). Bilingualism and creativity across development: Evidence from divergent thinking and convergent thinking. Frontiers in Human Neuroscience, https://doi.org/10.3389/fnhum.2022.1058803.
