55 Persen Penjualan Daihatsu Ternyata Berasal dari Luar Jawa

Pasar mobil Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hingga Agustus 2026, sekitar 61 persen penjualan mobil nasional berasal dari wilayah tersebut, demikian paparan materi di Astra Media Day, di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9).
Namun, pola penjualan Daihatsu justru berbeda. Mayoritas penjualan Daihatsu berasal dari luar Jawa dengan kontribusi mencapai 55 persen, sementara 45 persen lainnya berasal dari Pulau Jawa.
Direktur PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi mengatakan perbedaan tersebut menjadi salah satu karakter pasar Daihatsu di Indonesia.
“Kalau berdasarkan area geografis, pasar nasional sebanyak 61 persen berada di Pulau Jawa. Namun untuk Daihatsu, mayoritas penjualan justru berada di luar Jawa, 55 persen, sementara 45 persen sisanya di Jawa,” kata Rokky dalam Astra Media Day, Rabu (23/9).
Karakter serupa juga terlihat jika pasar dibedakan berdasarkan wilayah urban dan rural. Secara nasional, area rural menyumbang sekitar 32 persen dari total pasar otomotif Indonesia.
“Berdasarkan wilayah urban-rural, area rural secara nasional menyumbang 32 persen, sedangkan porsi Daihatsu di area rural mencapai 45 persen,” ujarnya.
Pola tersebut tidak terlepas dari karakter produk yang menjadi penopang utama penjualan Daihatsu. Sekitar 90 persen penjualan Daihatsu berasal dari tiga kelompok kendaraan, yakni Gran Max series, kendaraan LCGC, dan Terios.
Gran Max series yang terdiri dari pikap, minibus, dan blind van menyumbang sekitar 30 persen penjualan. Kontribusi yang sama datang dari lini LCGC melalui Sigra dan Ayla, sedangkan Terios menyumbang sekitar 10 persen.
Daihatsu juga memiliki basis pasar yang kuat pada kendaraan dengan harga relatif terjangkau. Rokky menyebut kendaraan dengan harga di bawah Rp 300 juta masih menyumbang hampir separuh pasar otomotif nasional, tepatnya 49 persen.
Di segmen tersebut, Daihatsu menguasai pangsa pasar sekitar 33 persen.
“Pasar otomotif Indonesia masih didominasi oleh segmen kendaraan dengan harga di bawah Rp 300 juta, hampir separuhnya yaitu 49 persen. Di segmen inilah Daihatsu bermain dan memimpin dengan market share sebesar 33 persen,” kata Rokky.
Untuk menjangkau konsumen di berbagai wilayah, ADM mengandalkan jaringan penjualan yang saat ini mencakup lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia.
Dengan pola tersebut, pasar luar Jawa dan wilayah rural menjadi bagian penting dalam penjualan Daihatsu. Kondisi ini juga membedakan distribusi penjualan Daihatsu dari pola pasar otomotif nasional yang masih lebih terkonsentrasi di Jawa.
