Aturan Teknis Molinas Belum Terbit, Aismoli Sebut Masih Digodok Danantara

Peluncuran ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh pemerintah rupanya baru sebatas tahap perkenalan awal. Hingga saat ini, petunjuk teknis mengenai kriteria dan persyaratan khusus bagi suatu produk untuk bisa menyandang status Molinas belum diterbitkan secara resmi.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Hanggoro Ananta Khrisna, menyampaikan bahwa regulasi detail mengenai penetapan motor listrik nasional tersebut masih dalam proses penggodokan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Hanggoro menjelaskan bahwa saat seremonial peluncuran berlangsung beberapa waktu lalu, pemerintah belum membeberkan secara rinci parameter teknis maupun kualifikasi yang harus dipenuhi oleh para produsen.
"Iya, kemarin juga belum di-spill, apa nih requirement-requirement untuk Molinas ini akan seperti apa gitu ya. Dan saya rasa itu masih semacam kick-off kali ya. Jadi masih di awal sekali dan mungkin sama teman-teman Danantara ya, ini sedang digodok juga nih persyaratan untuk menjadi Molinas seperti apa," ujar Hanggoro saat dihubungi kumparan, Selasa (18/8).
Kondisi ini membuat pelaku industri yang tergabung dalam Aismoli terus memantau perkembangan aturan tersebut. Hanggoro menegaskan pihak asosiasi belum mengantongi informasi teknis terkait mekanisme yang digunakan pemerintah dalam menentukan merek-merek yang tampil di awal peluncuran.
Sebagaimana diketahui, dalam acara pengenalan Molinas tersebut, terdapat tiga merek lokal yang terpilih dan diperkenalkan ke publik, yakni ALVA, Gesits, serta LEN. Namun dasar acuan pemilihan ketiga pabrikan tersebut masih belum diumumkan secara terbuka.
"Saya gak tahu juga itu dasar pemilihannya seperti apa gitu ya, belum ada informasi. Terus terang kan belum ada informasi detail tentang itu. Dan kami nanti di Aismoli akan coba untuk berkoordinasi dengan Danantara juga sih," lanjut Hanggoro.
Ketidakpastian petunjuk teknis ini juga berdampak pada kesiapan penjualan unit kendaraan ke masyarakat luas. Salah satu model prototipe yang sempat diperkenalkan, yakni Molinas Cakra NX1, pun Hanggoro bilang belum bisa dibeli oleh publik dalam waktu dekat.
Meski secara basis konstruksi kendaraan tersebut memiliki kemiripan dengan model ALVA N3, Hanggoro menegaskan bahwa unit tersebut belum melangkah ke tahap manufaktur atau produksi massal.
"Belum, belum (bisa dibeli) kelihatannya ini. Karena ini kan masih baru apa ya, kick-off ya, belum sampai ke produksi massal ya. Semua kan juga perlu mekanisme dari kick-off gitu ya. Jadi ya nanti kita tunggu saja nanti bagaimana dari teman-teman dari Danantara untuk mengelola ini teknisnya agar sampai ke masyarakat juga akan seperti apa," jelasnya.
