Berita Populer: KSPI Soal Upaya Cegah Relokasi Pabrik Komponen ke Vietnam

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses perakitan mobil di Bogor. Foto: dok. Inchcape Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Proses perakitan mobil di Bogor. Foto: dok. Inchcape Indonesia

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pemerintah turun tangan cegah relokasi pabrik komponen otomotif pindah ke Vietnam merupakan berita populer kumparanOTO, Senin (22/6).

Kemudian menebak dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang yang disebut akan hengkang dari Indonesia, serta pernyataan Said Iqbal soal rumor tersebut.

Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

KSPI Minta Pemerintah Turun Tangan, Cegah Relokasi Pabrik Komponen ke Vietnam

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengungkapkan adanya pertimbangan dua perusahaan komponen asal Jepang, PT J dan PT S di Jawa Timur, untuk memindahkan sebagian produksinya ke Vietnam. Isu relokasi ini mencakup produksi komponen kendaraan listrik dan mobil berbahan bakar bensin, berpotensi memicu pengurangan ribuan tenaga kerja.

kumparan post embed

Teka-teki Pabrik Komponen Otomotif yang Disebut Said Iqbal Mau Pindah ke Vietnam

Said Iqbal mengonfirmasi kabar rencana pemindahan aktivitas bisnis dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang, PT J dan PT S, di Jawa Timur ke negara lain. Perusahaan ini dikenal sebagai pemasok komponen jumper wiring untuk pabrikan besar seperti Toyota, Suzuki, dan Daihatsu, serta melayani ekspor, dengan masa operasi lebih dari satu dekade di Indonesia.

kumparan post embed

Said Iqbal: Hengkang dari RI, Perusahaan Otomotif Jepang Pindah ke Vietnam

Said Iqbal mengutarakan adanya dua perusahaan raksasa komponen otomotif asal Jepang, PT J dan PT S, yang mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian aktivitas bisnisnya dari Indonesia ke Vietnam. Alasan utama disebut karena situasi global yang tidak menentu, mendorong prinsipal di Jepang untuk berfokus pada pengembangan mobil listrik di Vietnam, bukan di Indonesia, meski perusahaan tidak sepenuhnya akan meninggalkan Tanah Air.

kumparan post embed