Bumper Mobil Modern Gampang Penyok, Ternyata Ada Fungsinya untuk Keselamatan

Anggapan bahwa kualitas bodi mobil keluaran terbaru lebih rapuh dibandingkan mobil keluaran lama masih sering diperbincangkan di tengah masyarakat.
Hal ini dipicu oleh fenomena bagian depan atau bumper mobil modern yang terlihat mudah hancur dan ringsek, bahkan saat mengalami benturan dalam kecepatan relatif rendah.
Pakar Desain Produk dan Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, meluruskan persepsi keliru mengenai tingkat kekuatan material bodi kendaraan modern tersebut.
"Bumper yang terlihat mudah berubah bentuk atau penyok bukan berarti mobilnya otomatis lebih lemah," ujar Yannes saat dihubungi kumparan, Selasa (15/9/2026).
Yannes menjelaskan bahwa rancangan struktur depan kendaraan saat ini dibuat bukan tanpa alasan, melainkan mengusung teknologi keselamatan pasif yang dirancang secara presisi.
"Justru kendaraan modern dirancang dengan prinsip manajemen energi benturan. Bagian luar bumper relatif lentur demi pedestrian safety (keselamatan pejalan kaki)," lanjutnya.
Di balik panel luar yang elastis tersebut, pabrikan telah menyusun lapisan pertahanan bertingkat guna meminimalkan efek benturan fatal terhadap penumpang di dalam kabin.
"Di belakangnya terdapat material penyerap energi, bumper beam, crash box, kemudian struktur utama kendaraan," jelas pengamat otomotif jebolan ITB tersebut.
Mekanisme penyerapan benturan ini bekerja melalui konsep zona benturan terencana (crumple zone) yang akan hancur secara bertahap saat menerima gaya dari luar.
"Dalam benturan, bagian tertentu sontohnya crumple zone memang sengaja dibuat berubah bentuk untuk menyerap energi dan memperpanjang waktu deselerasi, sehingga energi tidak langsung diteruskan ke kabin dan penumpang," tegas Yannes.
Keselamatan penumpang di dalam kabin tetap menjadi prioritas utama dengan menerapkan perbedaan tingkat kekakuan material sasis.
"Sebaliknya, struktur ruang penumpang dibuat jauh lebih kaku agar bentuknya tetap terjaga. Jadi prinsip sederhananya, bagian tertentu boleh mengalah supaya kabin tidak ikut kalah," paparnya.
Bagaimana bumper yang didempul?
Dampak dari bekerja secara maksimalnya peranti penyerap energi ini adalah perlunya penanganan perbaikan yang benar usai kendaraan mengalami insiden kecelakaan di jalan raya.
Yannes mengingatkan para pemilik kendaraan agar tidak asal melakukan perbaikan fisik luar tanpa mengecek kondisi struktur penyerap benturan di balik bumper.
"Karena itu bumper atau crash box yang sudah mengalami deformasi struktural juga tidak cukup sekadar diketok sampai terlihat bagus. Komponen tersebut perlu diperiksa karena kemampuan menyerap energi pada benturan berikutnya belum tentu sama seperti kondisi awal," pungkas Yannes.
