Cara Daimler Bendung Scania dan Volvo di Segmen Bus Premium Indonesia

Pasar sasis bus premium di Indonesia kini semakin menggeliat seiring meningkatnya standar pelayanan dari para perusahaan otobus (PO). Situasi ini memicu persaingan ketat di kelas atas, di mana merek Eropa seperti Volvo dan Scania mulai gencar memperluas jangkauannya.
Menanggapi ketatnya kompetisi di segmen bus premium, President Director PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), Antonio Randazzo, mengaku optimistis dapat mempertahankan dominasinya. Ia menilai bahwa dinamika persaingan di pasar kendaraan komersial nasional merupakan hal yang wajar.
"Pasar truk Indonesia, seperti yang saya lihat, sangat menonjol dan didominasi oleh produsen truk Jepang. Mitsubishi Fuso, dan juga Hino, pada dasarnya sangat kuat, Isuzu juga ada di pasar ini, jadi sebagian besar didominasi oleh merek Jepang," kata Antonio di saat ditemui di Kemayoran, Rabu (9/9).
Meski persaingan dari merek Tiongkok maupun sesama pabrikan Eropa kian marak, Mercedes-Benz dinilai sudah memiliki basis konsumen yang sangat kuat. Antonio menegaskan bahwa setiap operator PO bus memiliki alasan operasional khusus dalam menentukan pilihan sasis armada mereka.
"Sekarang, seperti yang Anda sebutkan, merek Tiongkok mulai masuk, dan pandangan pribadi saya tentang hal ini, kami juga memiliki pelanggan sebagai Mercedes-Benz, jadi ada juga segmen Eropa. Dan untuk setiap pelanggan, ada operasional dan alasan mengapa mereka membeli brand tersebut," ungkap Antonio.
Guna memperluas penetrasi di segmen premium dan memenuhi kebutuhan PO bus, DCVI berfokus pada peningkatan nilai tambah produk (product attributes). Aspek keselamatan dengan teknologi tinggi serta kenyamanan berkendara tetap menjadi pilar utama penjualan sasis bus Mercedes-Benz.
"Jadi, kami memiliki posisi kami di sini di Indonesia, kami berusaha meningkatkan posisi ini, kami berusaha mempertahankan posisi ini dengan keunggulan yang kami miliki. Di segmen heavy-duty dan bus, kami memiliki posisi yang sangat baik, pelanggan dan operator kami menyukai kendaraan kami," tegas Antonio dengan penuh keyakinan.
Strategi penting lainnya dalam menggaet PO bus tanah air adalah melalui kemitraan strategis dengan industri karoseri (bodybuilder) lokal. Sinergi ini memungkinkan sasis bus premium Mercedes-Benz dapat dirakit menjadi armada yang mewah, aman, dan efisien.
"Kami sangat serius soal keselamatan dan kenyamanan, yang juga didukung oleh kerja sama erat kami bersama karoseri lokal," tambah Antonio menjelaskan keunggulan operasional unitnya.
Dengan mengandalkan reputasi brand, layanan purnajual yang kuat, serta keandalan sasis di jalur antarkota, DCVI yakin mampu menjawab kebutuhan para pengusaha bus. Pihaknya siap mengawal persaingan pasar bus premium Indonesia dengan terus mengamati kebutuhan konsumen secara cermat.
"Jadi pada dasarnya kami bersaing di seluruh industri ini, tetapi setiap produsen memiliki pasarnya masing-masing. Sampai saat ini, melihat pangsa pasar dan posisi kami di Indonesia, kami sangat siap dan terus mengamati persaingan dengan cermat," tutup Antonio.
