Daihatsu Ceria Disulap Jadi Mira JDM, Mesin Turbo hingga Interior Full Jepang

Daihatsu Ceria menjadi salah satu city car mungil yang cukup populer di awal 2000-an. Namun di tangan para penggemarnya, mobil ini bisa berubah jauh dari wujud aslinya.
Salah satu contoh datang dari Kris, pemilik Daihatsu Ceria tahun 2003 asal Depok. Mobilnya kini tampil nyaris identik dengan Daihatsu Mira versi Japanese Domestic Market (JDM).
Ubahan yang dilakukan bukan sekadar kosmetik. Transformasi mencakup sektor mesin, kaki-kaki, eksterior, hingga interior dengan pendekatan konversi penuh.
Menariknya, seluruh komponen yang digunakan berasal dari Daihatsu Mira asli. Hal ini membuat karakter pabrikan tetap terjaga tanpa banyak modifikasi custom.
"Hampir semua (komponen) kami convert ke Mira. Jadi konsepnya tetap JDM, jadi enggak ada yang modifikasi karena memang produknya produk Daihatsu," ujar Kris saat ditemui di Depok (21/6/2026).
Perubahan paling signifikan ada pada sektor mesin. Ceria standar menggunakan mesin 850 cc non-turbo, kini mobil tersebut mengusung mesin 650 cc turbo milik Mira.
Mesin tersebut dipasang dengan metode plug and play (PNP). Artinya, tidak ada perubahan besar pada struktur sasis maupun dudukan mesin.
"(Modifikasi) enggak susah karena ini produknya memang produk Daihatsu. Mira itu produknya Daihatsu di Jepang. Si Ceria produknya Daihatsu di Indonesia,” ucap Kris.
“Jadi semua kedudukan sasis semuanya sama. Jadi enggak perlu lagi mengubah. Kami hanya PNP (Plug and Play)," lanjutnya.
Tak hanya mesin, sektor kaki-kaki juga ikut dirombak. Komponen seperti suspensi hingga sistem penunjang lainnya menggunakan bawaan Mira.
Interior pun tak luput dari ubahan total. Mulai dari dashboard, jok, hingga sistem audio semuanya mengadopsi komponen versi Jepang.
"Overall ini 80 persen udah mobil Mira. Ceria itu ya sasis sama bodi tengah lah ya. Interior sama dengan Mira semua. Kami pakai dasbornya Mira. Joknya Avanzato punya Mira juga. Sound-nya juga punya Mira. Jadi (hampir) semuanya Mira," kata dia.
Untuk membangun mobil ini, biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Kris mengaku total dana yang dihabiskan mencapai sekitar Rp 100 juta.
Porsi biaya terbesar berasal dari sektor mesin. Komponen seperti turbo, radiator, transmisi, hingga perangkat pendukung lainnya menyumbang biaya paling besar.
“Paling mahal di mesinnya, kurang lebih Rp 40 jutaan sampai Rp 50 jutaan,” ungkapnya.
Selain biaya, tantangan lain datang dari proses berburu komponen langka. Beberapa parts JDM membutuhkan waktu lama untuk ditemukan di pasar.
Salah satunya adalah pelek Enkei ring 14 asal Jepang. Komponen ini menjadi salah satu detail penting untuk menyempurnakan tampilan ala Mira.
Meski sudah mendekati sempurna, proyek ini ternyata belum sepenuhnya rampung. Kris masih mencari komponen rem belakang cakram bawaan Mira.
"Ini masih ada pengereman ya di belakang harusnya disc brake-nya Mira. Cuma itu tadi barangnya belum bisa masuk juga. Tinggal pengereman belakang doang," jelasnya.
Dengan mesin turbo, kaki-kaki Mira, hingga interior full JDM, Daihatsu Ceria ini jadi bukti modifikasi bisa tetap menjaga DNA pabrikan. Pendekatan OEM seperti ini juga membuat hasil akhir terlihat rapi dan autentik.
