Di Balik Nilai Ekonominya, Ini Tantangan Nyata Keselamatan Baterai EV

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja menunjukkan kontainer yang berisi kemasan sel baterai di pabrik baterai kendaraan listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power usai diresmikan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menunjukkan kontainer yang berisi kemasan sel baterai di pabrik baterai kendaraan listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power usai diresmikan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Di balik peluang besar industri baterai kendaraan listrik, terdapat risiko yang tidak bisa dianggap sepele. Aspek keselamatan menjadi perhatian penting yang harus diatur secara menyeluruh.

Dr. Lim Dan-bi dari Korea Legislation Research Institute (KLRI) menyoroti bahwa baterai EV bukan hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga menyimpan potensi bahaya yang signifikan.

“Baterai EV merupakan aset bernilai, tetapi juga membawa risiko tegangan tinggi dan kebakaran,” ujar Dr Liem saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Proses perakitan baterai mobil listrik Hyundai. Foto: Hyundai

Menurutnya, tanpa regulasi yang jelas, pelaku industri akan menghadapi ketidakpastian dalam mengelola risiko tersebut. Hal ini berpotensi menghambat perkembangan industri secara keseluruhan.

Ia menjelaskan bahwa regulasi keselamatan harus mencakup seluruh rantai nilai baterai, mulai dari penggunaan di kendaraan hingga proses daur ulang.

“Regulasi keselamatan harus menjangkau seluruh proses, dari kendaraan hingga fasilitas daur ulang,” katanya.

Dr. Lim Dan-bi dari Korea Legislation Research Institute (KLRI). Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Proses pengangkutan dan penyimpanan baterai bekas menjadi salah satu titik rawan. Oleh karena itu, diperlukan standar yang ketat untuk memastikan keamanan selama proses tersebut.

Selain itu, inspeksi kondisi baterai juga menjadi bagian penting. Mulai dari status daya hingga potensi kerusakan harus diperiksa sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Harus ada pemeriksaan terkait kondisi baterai, termasuk status pengisian dan kerusakan,” jelasnya.

Proses perakitan baterai mobil listrik Hyundai. Foto: Hyundai

Langkah pencegahan kebakaran juga tidak boleh diabaikan. Tanpa sistem yang jelas, risiko kecelakaan bisa meningkat dan berdampak luas.

Dr Liem menekankan bahwa regulasi keselamatan bukan sekadar pembatas bagi industri. Justru, aturan ini menjadi dasar untuk menciptakan pasar yang lebih sehat.

“Regulasi keselamatan adalah syarat agar pelaku usaha bisa masuk ke pasar dengan standar yang dapat diprediksi,” tegasnya.

Proses perakitan baterai mobil listrik Hyundai. Foto: Hyundai

Ia menambahkan, sistem keselamatan juga harus didukung dengan data yang terintegrasi. Informasi mengenai kondisi baterai perlu bisa dilacak sepanjang siklus hidupnya.

Dengan pendekatan tersebut, risiko dapat ditekan sekaligus meningkatkan efisiensi industri. Hal ini menjadi penting di tengah pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik.

“Regulasi bukan untuk membatasi, tetapi untuk menciptakan kepastian dan keamanan dalam industri,” tutup Dr Liem.