Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diberikan untuk Mobil dan Motor Nasional

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi salah satu booth pameran kendaraan saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (30/7/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi salah satu booth pameran kendaraan saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (30/7/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Arah kebijakan elektrifikasi kendaraan di tanah air tampaknya bakal memasuki babak baru. Pemerintah memastikan bahwa skema insentif kendaraan listrik ke depannya tidak akan ditebar secara luas, melainkan bakal difokuskan khusus untuk mendongkrak program mobil dan motor listrik nasional.

Sinyal kuat ini disampaikan langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di sela-sela kunjungannya memantau pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (30/7/2026).

"Insentif yang akan kita berikan itu basisnya adalah mobil-mobil yang dikategorikan mobil nasional. Juga motor-motor yang dikategorikan motor nasional, ada program Molinas," ungkap Agus merespons pertanyaan awak media.

Langkah pengetatan syarat penerima insentif ini rupanya sudah menjadi agenda matang pemerintah guna mendukung pengembangan ekosistem otomotif dalam negeri. Agus menegaskan, arah kebijakan ini sudah sejalan dengan apa yang sebelumnya dibocorkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita di GIIAS 2026. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"Saya kira sudah disampaikan oleh Pak Menko Ekon. Tinggal teman-teman ikuti saja, supaya kita satu arah, satu pandangan mengenai kebijakan insentif yang akan diberikan pemerintah," tegasnya.

Sebelumnya, pada Selasa (28/7/2026), Menko Airlangga memang sudah melempar kode keras terkait hal ini. Pemerintah saat ini tengah menggodok skema insentif yang bertujuan ganda: menggenjot penjualan EV sekaligus memperkuat fondasi industri di dalam negeri agar tidak hanya sekadar menjadi pasar.

"Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional," ujar Airlangga.

Lantas, seperti apa bentuk nyata insentifnya dan siapa saja pihak yang berhak menerima fasilitas ini? Terkait urusan detail skema tersebut, Menperin Agus Gumiwang masih enggan buka-bukaan secara rinci.

Menurutnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki porsi tugas pokok untuk mengurus persoalan teknis di lapangan. Sementara untuk detail skema hingga siapa pihak yang berhak menerima insentif, komandonya berada langsung di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi salah satu booth pameran kendaraan saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (30/7/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Kalau siapa yang akan menerima, nanti tanyakan ke Menko Ekon. Kami kepentingannya menyiapkan teknisnya," tutup Agus.

Hingga saat ini, pemerintah memang belum merilis keputusan final terkait bentuk nyata maupun waktu pelaksanaan regulasi anyar ini. Namun yang pasti, para pelaku industri otomotif yang meramaikan panggung elektrifikasi di Indonesia kini harus bersiap meracik strategi baru jika ingin tetap menikmati manisnya insentif dari pemerintah.