Jangan Asal Gosok, Ini Cara Tepat Bersihkan Motor yang Kena Abu Vulkanik

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi cuci motor. Foto: Bikewale
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cuci motor. Foto: Bikewale

Letusan dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meninggalkan endapan debu tipis hingga tebal pada permukaan kendaraan, termasuk sepeda motor. Jangan gegabah membersihkannya karena berisiko menimbulkan luka pada bodi.

Material abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu biasa karena mengandung partikel silika yang tajam dan bersifat abrasif. Menggosok bodi motor secara langsung saat kondisi kering akan membuat partikel tersebut menggores lapisan pelindung cat.

Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani memberikan kiat berupa teknik khusus saat membersihkan sepeda motor yang tertutupi debu vulkanik.

"Oh iya perhatikan juga debu yang menempel pada bodi kendaraan. Ingat, karakter debu vulkanik adalah seperti amplas yang dapat merusak permukaan bodi atau cover kendaraan, maka rajinlah membersihkan debu ini, jangan sampai mengendap lama dan mengeras," kata Victor kepada kumparan, Minggu (6/9).

Cuci motor Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Tahap awal pembersihan wajib dimulai dengan membilas seluruh permukaan bodi motor menggunakan air mengalir bertekanan rendah. Langkah ini bertujuan untuk melunturkan dan menjatuhkan endapan partikel abu tanpa ada kontak fisik atau gosokan langsung dari kain.

"Untuk mencuci pun perlu diperlakukan dengan khusus seperti menyiram air mengalir dengan tekanan sedang secara perlahan untuk melunturkan debu vulkanik tanpa menggosoknya terlebih dahulu dan gunakan kain atau spons yang halus atau microfiber," ujar Victor.

Setelah material debu halus berhasil dilunturkan oleh aliran air, proses pencucian baru dapat dilanjutkan dengan menggunakan sabun khusus kendaraan dan spons atau alat penyeka lainnya yang berbahan lembut.

Warga berkendara menembus kabut asap di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

"Iya tetap perlu (sabun), tapi setelah proses di atas selesai dengan menggunakan sabun, tentunya sabun yang khusus untuk bodi kendaraan dan juga pastinya dengan kain atau spons yang halus," tuturnya.

"Pastikan proses ini dilakukan semaksimal mungkin agar debu yang menempel dapat terlepas," jelas Victor.

Selain area bodi luar, pemilik kendaraan juga diimbau untuk menyiram area kaki-kaki, sela-sela rem, serta celah komponen bergerak agar penumpukan material abu tidak mengganggu kinerja mekanis kendaraan.

instagram embed