Kiat Persiapan Berkendara Motor di Tengah Lalu Lintas Terpapar Abu Vulkanik

Erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada kondisi lingkungan lalu lintas menuntut kewaspadaan ekstra oleh para pengguna jalan. Terutama bagi pengendara sepeda motor.
Para pengguna sepeda motor diimbau untuk membatasi aktivitas berkendara di luar ruangan selama zona terdampak belum steril. Jika terpaksa harus bermobilitas, persiapan semacam alat pelindung diri atau APD.
Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani mengingatkan adanya dua risiko utama saat ketika terpaksa berkendara di tengah paparan abu vulkanik.
"Paling tidak ada dua hal yang harus diwaspadai, yang pertama adalah persoalan kesehatan dan efek terhadap badan kita. Kedua yaitu ke sepeda motor kita sendiri serta bagaimana penangannya terhadap kendaraan," urai Victor kepada kumparan, Minggu (6/9).
Pengendara sepeda motor disarankan melengkapi diri dengan atribut pelindung diri tertutup seperti helm jenis full face, jaket berbahan tebal, sarung tangan, sepatu, celana yang menutupi seluruh bagian kaki, serta masker standar N95 atau KN95.
Dari sisi teknis kendaraan, Victor bilang komponen filter udara menjadi aspek paling krusial yang wajib diperiksa. Partikel abu vulkanik berukuran mikro yang menumpuk dapat menyumbat aliran udara ke ruang bakar hingga menurunkan performa mesin.
Kandungan senyawa silika pada abu vulkanik memiliki sifat abrasif layaknya amplas halus. Jika partikel tersebut lolos ke ruang bakar, gesekan partikel berisiko menggores dinding silinder, piston, hingga merusak kompresi klep.
"Flow effect selanjutnya adalah partikel halus yang masuk ke dapur pacu akan berinteraksi dengan sisa pembakaran dan pelumas, akhirnya akan menciptakan kerak. Ini juga akan punya efek pada kinerja komponen seperti klep dan kompresi mesin," katanya.
Prosedur pembersihan bodi motor yang terpapar debu vulkanik juga wajib dilakukan secara hati-hati tanpa langsung menggosok permukaan cat. Pemilik motor disarankan menyiramkan air mengalir bertekanan sedang untuk melunturkan material debu secara perlahan.
"Untuk mencuci pun perlu diperlakukan dengan khusus seperti menyiram air mengalir dengan tekanan sedang secara perlahan untuk melunturkan debu vulkanik tanpa menggosoknya terlebih dahulu dan gunakan kain atau spons yang halus atau microfiber," terang Victor.
