Kisah Jasa Servis Helm Harga Rp 5 Ribuan, Omzet Bulanannya Tembus Puluhan Juta

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aqila Service Helm di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aqila Service Helm di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Helm yang sudah lama dipakai biasanya mulai mengalami berbagai masalah, mulai dari busa yang terlepas, kaca yang longgar, hingga bagian luar yang mulai kusam atau lecet. Kondisi tersebut membuat sebagian pemilik melakukan servis daripada membeli helm baru.

Peluang itu dimanfaatkan Syahril melalui Aqila Service Helm. Usaha yang sudah berjalan sekitar delapan tahun tersebut kini melayani berbagai kebutuhan perbaikan helm dengan tarif yang relatif terjangkau.

"Kalau benerin servis helm itu kaca, tali, lis, busa, lecet-lecet deh pokoknya. Dari harga servis Rp 5 ribuan, biasanya ngencengin baut saja, kadang-kadang juga seikhlasnya. Kalau ada ojol dateng kadang saya suruh bawa saja, nggak menargetkan," ujar Syahril saat ditemui kumparan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Toko itu sebenarnya bukan usaha yang sejak awal dirintis Syahril. Ia meneruskan usaha milik abang iparnya setelah sang pemilik sebelumnya berhenti berjualan dan kembali ke kampung halaman.

Aqila Service Helm di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Syahril yang saat itu masih bekerja sebagai kepala gudang di sebuah perusahaan kecantikan kemudian meminta izin untuk melanjutkan usaha tersebut. Ia mulai serius mengelolanya setelah melihat banyak konsumen lama yang mencari jasanya.

"Awal tahun 2026 baru mulai dilanjutin lagi. Dulu niatnya ngandelin konsumen dari jalanan sama Google, kebetulan calon istri saya host live streaming, content creator, dan editor. Nyoba dipasarin di TikTok barangkali rezeki, alhamdullilah lancar, mungkin karena dia udah 8 tahun juga ngonten," jelasnya.

Promosi di media sosial baru dilakukan kurang dari setahun, tetapi dampaknya mulai terasa pada jumlah pelanggan yang datang. Syahril mengatakan sebagian besar konsumen yang kini menggunakan jasanya mengetahui Aqila Service Helm dari platform tersebut.

Pelanggan yang datang juga tidak hanya berasal dari sekitar lokasi usahanya. Helm dari luar kota seperti Lampung dan Bandung pernah dikirim menggunakan jasa ekspedisi untuk diperbaiki.

Aqila Service Helm di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Dalam sehari, Aqila Service Helm kini bisa menerima sedikitnya 30 helm untuk dikerjakan. Jumlah tersebut dapat meningkat ketika akhir pekan, Syahril menyebut pelanggan yang datang bisa mencapai 50 orang.

Sistem pengerjaannya juga dibuat menyesuaikan aktivitas pelanggan. Pemilik helm bisa meninggalkan kendaraannya untuk diperbaiki lalu mengambilnya setelah pulang kerja. Bila tidak memiliki helm lain, Syahril menyediakan helm untuk dipinjam selama proses perbaikan.

"Pernah orang Bintaro datang ke sini jam 12 sampai 2 malam, dia mau touring ke Bali, saya terima juga yang penting ngabarin. Kadang ada juga jam 10 baru ambil ke sini, saya kan tidur di toko, tinggal WhatsApp saja. Buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai 10 malam," lanjut Syahril.

Jenis kerusakan yang ditangani cukup beragam. Mulai dari kaca atau visor yang longgar, cuci helm, pengecatan, hingga bagian lain yang membutuhkan perbaikan.

Aqila Service Helm di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Gerai Syahril juga menerima pengerjaan untuk helm kelas menengah hingga premium. Beberapa merek yang pernah ditanganinya antara lain, Nolan, Shoei, Zeus, Airoh, SMK, dan lain sebagainya.

"Sejauh ini belum ada komplain dari pengerjaan helm yang harganya jutaan. Saya selalu minta konsumen buat ngecek dulu abis diservis, kurangnya di mana, kendur, atau sempit langsung bilang saja, langsung diperbaiki dan hari ini juga jadi," tuturnya.

Dari jumlah pelanggan yang terus berdatangan dan harga jasa yang dimulai dari ribuan rupiah, usaha tersebut kini mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah dalam sebulan.

Bagi Syahril, perkembangan Aqila Service Helm menunjukkan bagaimana usaha yang awalnya mengandalkan pelanggan sekitar bisa berkembang setelah memanfaatkan media sosial.

"Kalau misalkan sebulan itu (omzet) dua digit ada (puluhan juta). Kalau paling mati-matinya (sepi) itu satu digit. Alhamdulilah sekarang ramai, sehari puluhan orang yang datang, apalagi kalau sore pasti selalu ramai," tutupnya.