Memahami Charging Cycle: Kunci Utama Menjaga Ketahanan Baterai Mobil Listrik

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Baterai mobil listrik (BEV/Battery Electric Vehilce) Daihatsu e-Hijet dan e-Atrai RS. Foto: Daihatsu
zoom-in-whitePerbesar
Baterai mobil listrik (BEV/Battery Electric Vehilce) Daihatsu e-Hijet dan e-Atrai RS. Foto: Daihatsu

Awam kerap menilai ketahanan baterai kendaraan listrik murni berdasarkan umur sejak komponen tersebut pertama kali dibuat. Padahal, performanya bergantung pada faktor pemakaian dan siklus pengisian daya yang pernah dilakukan.

Seperti yang diungkapkan oleh Pendiri EV Safe dan Dosen National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar menjelaskan daya tahan baterai kendaraan elektrifikasi menitikberatkan pada apa yang disebut sebagai charging cycle.

"Jadi sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir soal umur baterai karena degradasi baterai itu rata-rata satu persen per tahun, artinya bisa bertahan dengan baik sekitar 15 sampai 20 tahun. Itu pemakaian normal," ucap Gofar saat ditemui kumparan di Jakarta.

Oke, kembali ke soal charging cycle atau siklus pengecasan. Gofar bilang istilah tersebut menjelaskan akumulasi penggunaan daya listrik pada baterai dari kondisi 100 persen hingga habis total dan kembali diisi sampai penuh secara berulang dari total kapasitasnya.

Display baterai mobil listrik AION pada peresmian pabrik GAC di Purwakarta, Jawa Barat (10/6/2025). Foto: Sena Pratama/kumparan

"Jadi misalnya isi dari 50 persen ke 100 persen dan diulang lagi itu bukan satu siklus, itu baru 0,5 siklus. Nanti kalau sudah dari 100 persen turun menjadi 50 persen kemudian diisi lagi ke 100 persen itu baru bisa dihitung satu siklus," paparnya.

Sederhananya, satu siklus tidak dihitung berdasarkan dari cabut dan colok dengan kondisi acak. Melainkan dari jangka pakai baterai tersebut sejak kondisi mati dengan tidak ada daya listrik di dalamnya kemudian diisi hingga penuh dan dipakai sampai kembali habis total.

"Ambil contoh mobil listrik sekarang sudah bisa tempuh jarak 400 kilometer sekali cas. Jadi 400 kali 1.000 maka 400.000 kilometer dalam 1.000 siklus itu baterai baru mencapai 80 persen dari total kapasitasnya," terang Gofar.

Pelanggan mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/3/2026). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO

Dirinya menambahkan, rata-rata baterai kendaraan listrik seperti jenis NMC (Nickel Mangan Cobalt) punya 1.000-2.000 siklus. Sebagai gambaran singkat, rata-rata baterai yang ada saat ini bisa dipakai secara optimal antara 15 sampai 20 tahun.

"Setelah itu bagaimana? Ya tidak serta baterainya jadi drop atau soak, yang berkurang adalah kapasitas daya listrik tertampung dari jumlah aslinya. Jadi tetap bisa dipakai normal dan jangan lupa baterai punya second life, bisa dimanfaatkan lagi sebelum benar-benar habis," tandasnya.