Minat Beli Mobil Mitsubishi Lama, Coba Kenali Dulu Ragam Penyakitnya

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mitsubishi Mirage di bengkel Bangun Motor, Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mitsubishi Mirage di bengkel Bangun Motor, Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Mobil lawas Mitsubishi masih diminati, baik untuk koleksi maupun digunakan sebagai kendaraan sehari-hari. Seiring usia kendaraan, sejumlah komponen perlu diperhatikan karena mulai mengalami keausan atau penurunan fungsi.

Rahmat Hidayat, pemilik bengkel Bangun Motor spesialis Mitsubishi di Ciracas, Jakarta Timur, mengatakan bahwa masalah yang muncul pada mobil klasik umumnya berkaitan dengan kelistrikan, kaki-kaki, dan sistem bahan bakar.

Ia sendiri merupakan eks Servis Advisor Mitsubishi Motors yang memiliki pengalaman 22 tahun di pabrikan asal Jepang tersebut sejak 1997. Pada tahun 2019, ia memutuskan keluar dan bergabung dengan bengkel milik mertuanya, Bangun Motor, yang kemudian difokuskan menangani mobil Mitsubishi sesuai dengan keahliannya.

Berikut rangkumannya saat kumparan mewawancarai Rahmat di bengkelnya.

Mitsubishi Lancer Evolution VIII. Foto: Dok. Wikimedia Commons

Mitsubishi Lancer, sistem bahan bakar

Mitsubishi Lancer lawas memiliki versi karburator dan injeksi. Keduanya sama-sama memiliki penyakit khas dari sistem bahan bakar, gejalanya bisa berupa RPM naik turun, tarikan terasa berbeda, dan mesin tersendat.

"Kalau yang karburator paling dari segi penyetelan karburatornya, masih oke karena bisa diatur manual. Kalau yang injeksi biasanya dari komputernya, servo lah kalau bahasanya. Buat injeksi RPM suka naik-turun dan kalau dipasang AC nge-drop," jelasnya.

Mitsubishi Galant generasi ketujuh alias Galant Lele. Foto: Dok. Car and Driver

Mitsubishi Galant, coil

Baik Galant Lele dan Hiu memiliki masalah yang cukup sering berkaitan dengan sistem kelistrikan. Salah satu komponen yang perlu dicermati adalah bagian coil. Komponen ini pada Galant lawas dapat melemah hingga mati karena faktor usia.

"Umumya penyakit ada di elektrikal, paling sering Galant Lele ya coil distributornya mulai lemah. Galant Hiu karena usianya agak muda jadi jarang rusak ya, selain coil paling di bagian kaki-kaki," terangnya.

Mitsubishi Mirage di bengkel Bangun Motor, Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Mitsubishi Mirage, rack steer

Pada Mitsubishi Mirage yang usianya sudah lebih dari 10 tahun, rack steer menjadi salah satu komponen yang perlu diwaspadai. Rahmat mengatakan bagian tersebut mulai sering mengalami keausan pada unit yang masuk ke bengkelnya.

"Bagian rack steer biasanya mulai aus, selebihnya awet kayak CVT dan bagian kaki-kaki. Kalau rack steer rusak biayanya paling mahal ya, sekitar Rp 6 jutaan," ujarnya.

Mitsubishi Outlander Sport Foto: Aditya Pratama NIagara/kumparanOTO

Mitsubishi Outlander Sport, kaliper rem dan evaporator

Outlander Sport memiliki masalah pada kaliper rem belakang yang dapat membuat fungsi rem parkir tidak bekerja. Rahmat bilang, saat masih bekerja di Mitsubishi gangguan tersebut pernah menjadi bagian dari proses recall di Indonesia pada sekitar tahun 2014.

"Kalau yang versi facelift, kaliper rem belakangnya sering abnormal, tapi untuk rem kakinya normal. Banyak yang datang ke sini keluhannya itu, kalau rusak biayanya bisa Rp 9 jutaan. Bagian CVT-nya termasuk kuat, kalau tahun tua paling biasanya evaporator," ungkapnya.

Mitsubishi Kuda Grandia. Foto: dok. Wikimedia

Mitsubishi Kuda, sistem bahan bakar dan kelistrikan

Mitsubishi Kuda hadir dengan beberapa pilihan mesin, mulai dari karburator, injeksi, hingga diesel. Pada model yang sudah berusia tua, pemeriksaan sistem kelistrikan dan bahan bakar menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

"Kuda hampir sama aja penyakitnya di bagian elektrikal sama sistem bahan bakar. Paling bedanya dari kualitas penggantian spare part yang dipakai," imbuhnya.

Mitsubishi Delica Foto: dok. MMKSI

Mitsubishi Delica, shockbreaker

Pada Mitsubishi Delica, bagian kaki-kaki menjadi salah satu area yang wajib menjadi perhatian. Rahmat menyebut rack steer dan shockbreaker sebagai komponen yang cukup sering ditangani.

"Shockbreaker-nya mahal banget itu, total depan-belakang bisa Rp 10 jutaan. Spare part yang paling mahal di Mitsubishi itu Delica karena Completely Build Up (CBU) Jepang bukan Thailand. Selain itu paling mounting karena faktor usia. Dulu sering nanganin Delica, di Indonesia kan populasinya sedikit," bebernya.

Mitsubishi Grandis Foto: Dok. Mitsubishi

Mitsubishi Grandis, motor fan dan radiator

Grandis memiliki sejumlah komponen yang perlu diperhatikan seiring bertambahnya usia kendaraan, terutama bagian yang berkaitan dengan sistem pendinginan dan transmisi otomatis. Kondisi tersebut perlu diperhatikan pemilik karena kerusakan pada komponen terkait dapat memengaruhi kenyamanan dan performa mobil.

"Penyakit Grandis sebenarnya sama aja di motor fan mulai mati jadi gampang overheat, sama radiator bocor. Biasanya juga kebocoran di seal-seal matiknya karena faktor usia," ucapnya.

Untuk menjaga kondisi Mitsubishi lawas, Rahmat menyarankan pemilik mobil tidak menunda perawatan berkala. Penggantian oli, pemeriksaan radiator, termostat, busi, filter, injektor, hingga komponen kaki-kaki perlu dilakukan sesuai kebutuhan kendaraan.