Pedagang Ungkap Onderdil Peugeot-Renault Masih Diburu, Ini Model yang Diincar

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toko Jayapura Motor di lantai tiga, Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toko Jayapura Motor di lantai tiga, Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Pasar onderdil mobil di Indonesia masih menyimpan cerita menarik. Di tengah dominasi merek Jepang dan China dengan mobil elektrifikasi, ada pedagang yang tetap bertahan menjual komponen untuk mobil besutan Eropa selama lebih dari dua dekade.

Franky, pemilik Jayapura Motor, merupakan salah satu pedagang yang masih menjual spare part Peugeot dan Renault di Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Ia mulai berjualan kedua merek tersebut sejak 2002 dan sampai sekarang masih melayani konsumen yang mencari komponennya.

"Masih ada aja sih yang nyari tahun ini, dari dulu memang fokus ke mobil itu saja. Permintaannya stabil, ya walau ada penurunan sedikit. Saya rasa semua pedagang di sini mengalami penurunan, memang situasi ekonominya lagi begitu," ujarnya kepada kumparan saat ditemui di blok A-36 lantai tiga Pasar Palmerah, Jumat (28/8).

Peugeot 206. Foto: Dok. Wikimedia

Franky bilang, masih cukup banyak masyarakat Tanah Air yang menggunakan kedua mobil rakitan Prancis itu. Untuk Peugeot, ia lebih sering mendapat permintaan onderdil untuk model 206, 306, dan 406. Sementara itu, beberapa model Renault yang masih dicari konsumennya antara lain Clio, Kangoo, dan Duster.

Jenis spare part yang dicari konsumen cukup beragam dan bergantung pada kebutuhan kendaraan. Franky menuturkan bagian kaki-kaki menjadi yang paling sering ditanyakan, terutama karena usia pakai mobil yang sudah cukup lama. Ia menyebut, pesanan lebih banyak datang dari konsumen yang menggunakan mobil Peugeot.

"Rata-rata itu datang buat kaki-kaki sih, bagian mesin kalau sudah butuh diperbarui lagi. Harga komponen Renault relatif sedikit lebih mahal dibandingkan Peugeot, lebih agak susah juga, sejauh ini masih cukup aman lah spare part-nya," ungkapnya.

Renault Clio. Foto: Dok. Wikimedia

Dari sisi harga, Franky menilai onderdil mobil Eropa sebenarnya tidak berbeda jauh dibandingkan komponen mobil Jepang. Menurutnya, mahal atau murahnya harga lebih bersifat relatif dan bergantung pada jenis suku cadang yang dibutuhkan.

Selama 24 tahun berjualan, ia masih tetap mempertahankan cara berjualan secara langsung. Ia tidak merambah ke e-commerce dan tetap mengandalkan toko fisiknya untuk melayani konsumen.

"Untuk Peugeot sama Renault, saya doang. Dulu sempat ada satu toko lagi, cuma sudah nggak buka, puji tuhan saya masih bisa bertahan, kalau Chevrolet di sini masih ada satu. Mercy di sini nggak ada, dulu sempet ada sih Mercy satu toko, BMW dari dulu nggak pernah ada, di sini rata-rata merek Jepang," tambahnya.

Jayapura Motor sendiri menyediakan berbagai suku cadang untuk Peugeot dan Renault, seperti komponen yang cepat aus, kaki-kaki, hingga bagian mesin. Franky juga menawarkan pilihan suku cadang orisinal, produk replika, atau spare part asal Prancis non-genuine parts sesuai kebutuhan konsumen.