Prabowo Ogah Indonesia Cuma Jadi Pasar: Kita Harus Bikin Mobil Sendiri
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung soal proyek konversi kendaraan konvensional menjadi listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) saat pemaparan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5).
Pernyataan tersebut sekali menegaskan keinginan pemerintahan yang dipimpinnya untuk transisi energi ramah lingkungan lewat sektor transportasi. Selain itu, proyek ini dinilai akan sangat membantu mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak.
Program itu juga merupakan salah satu turunan dari proyek negara dalam hal pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), salah satunya dari paparan sinar matahari. Prabowo ingin secepatnya infrastruktur panel surya berkapasitas 100 GW terealisasi.
"Kita canangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya 100 GW dalam tiga tahun ini. Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM menjadi listrik. Kita akan hilangkan ketergantungan kepada impor BBM dan akan menghemat devisa," kata Prabowo.
Prabowo turut mendorong pembangunan ekonomi Indonesia yang berlandaskan industrialisasi. Ia menyoroti agar manufaktur lokal dapat membuat gawai hingga kendaraan asli dalam negeri.
"Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri, kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri," tambah Prabowo.
Lebih jauh, Prabowo menekankan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi negara lain. Bahkan, ia sudah mengumpulkan para pakar untuk memulai program tersebut.
"Kita tidak boleh hanya menjadi pasar bagi bangsa lain, dan kita akan lakukan. Saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita, saya sudah kumpulkan pakar-pakar kita saya katakan 'pengabdianmu untuk bangsa wujudkan hal ini' Tidak boleh kita menyerah. Tidak boleh kita merasa rendah diri," pungkasnya.
Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan program konversi motor konvensional menjadi listrik akan dilanjutkan tahun ini. Total subsidi yang akan diberikan hingga Rp 6 juta per unit.
"Percepatan konversi kit dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin. Kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," kata Bahlil.
Bahlil menyebutkan, Prabowo ingin implementasi program tersebut dilakukan segera, maksimal dalam kurun waktu 4 tahun. "Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa maksimal 3-4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," ujarnya lagi.
