Presiden Prabowo Resmikan Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto dalam acara Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto dalam acara Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo pimpin seremoni ekspor perdana baterai kendaraan listrik yang berasal dari kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara. Investasinya menelan biaya USD 10,2 miliar atau Rp 180 triliun.

"Tuhan Yang Mahakuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai dan sangat besar. Tapi kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita," buka Prabowo di Maluku Utara, Kamis (8/10).

Pemerintah Indonesia memacu pertumbuhan ekonomi melalui sektor industri bernilai tambah tinggi. Ini terlihat dari peresmian pengoperasian komersial untuk empat proyek industri yang pembangunannya sudah rampung.

Selain itu, pemerintah juga melakukan peletakan batu pertama bagi tujuh fasilitas baru di kawasan yang sama. Momen ini sekaligus menandai peluncuran ekspor perdana produk baterai kendaraan listrik dari Maluku Utara.

Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran meresmikan Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Prabowo menilai ekspor produk ini menjadi tonggak penting bagi perekonomian nasional ke depan. "Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Masuknya modal besar tentu membutuhkan jaminan keamanan dari pemangku kebijakan terkait iklim usaha di daerah. Oleh karena itu, pemerintah menjanjikan perlindungan maksimal bagi seluruh pemodal yang menanamkan uangnya di Tanah Air.

Para investor yang berani membuka wilayah baru dianggap sebagai mitra strategis dan bagian dari keluarga besar bangsa.

"Saya tegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari mana pun yang ditanamkan di bumi Indonesia. Adalah masalah kehormatan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga mitra-mitra kita," imbuh Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran meresmikan Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Dampak positif dari hilirisasi ini langsung terasa pada masifnya sektor penyerapan tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, lebih dari 100 ribu orang dilaporkan telah mendapatkan pekerjaan di kawasan industri raksasa tersebut.

"Pasti Saudara memahami bahwa jatah makan karyawan harus lebih banyak dari yang lain, karena kerjanya keras. Orang Indonesia Timur itu setia; kalau hatinya sudah dipegang, dia akan setia sampai mati," kata Prabowo.

Di tengah pesatnya pembangunan, aspek keberlanjutan alam juga tak luput dari sorotan pemerintah pusat. Para pelaku industri ditekankan untuk tidak abai terhadap pengelolaan limbah hasil produksi mereka. Kualitas air dan udara wajib dipertahankan demi keselamatan masyarakat sekitar serta generasi mendatang.

"Pembangunan negara bukanlah usaha yang singkat, melainkan sebuah perjuangan dan perjalanan panjang. Nation building is a long march," pungkas Prabowo.

Sebelumnya, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan agenda tersebut mencakup ekspor perdana baterai kendaraan listrik serta peluncuran 11 proyek industri.

"Pagi-pagi sekali, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Halmahera Tengah, Maluku Utara, untuk meluncurkan program hilirisasi senilai USD 10,2 miliar atau sekitar Rp 180 triliun," ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis (8/10).