Produksi Mobil Listrik Bergantian, XPeng Targetkan Inden Tetap Sebulan

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
XPENG hadirkan sederet teknologi dan XPENG The Next P7 di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
XPENG hadirkan sederet teknologi dan XPENG The Next P7 di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

XPeng Indonesia mengakui kapasitas produksi lokal mobil listrik G6 dan X9 saat ini masih menjadi tantangan. Kedua model tersebut masih dirakit secara bergantian sehingga perusahaan belum bisa memaksimalkan pasokan ke diler.

Vice President Marketing XPeng Indonesia, Hari Arifianto mengatakan, tingginya permintaan terhadap kedua model belum sepenuhnya bisa diimbangi oleh kapasitas produksi yang tersedia.

"Demand-nya tinggi, tapi kapasitas produksinya memang belum bisa optimum karena harus bergantian untuk proses produksinya. Ini yang sedang kami improve dari sisi line production," ujar Hari di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Suasana booth Xpeng di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Menurutnya, XPeng kini berupaya meningkatkan efisiensi proses produksi agar pasokan kendaraan bisa lebih stabil, terutama menjelang penambahan varian baru dalam waktu dekat.

Meski demikian, Hari memastikan kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap waktu tunggu konsumen. Saat ini, perusahaan menargetkan masa inden sekitar 30 hari.

"Ekspektasinya enggak jauh dari 30 harian. Nanti kami koordinasikan lagi dengan tim produksi apakah ada penyesuaian dari rantai produksi," katanya.

Sedikit membahas penerimaan model XPeng di Indonesia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), XPeng mencatatkan penjualan secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) sebanyak 1.137 unit selama Januari-Mei 2026. Dari jumlah tersebut, X9 menyumbang 744 unit, sedangkan G6 sebanyak 393 unit.

Mencoba mobil listrik XPeng X9. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan