Ramai Pencurian ECU Gran Max, Kenapa Komponen Ini Jadi Incaran?

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Daihatsu Gran Max Cargo terbaru di pasar Jepang. Foto: Daihatsu
zoom-in-whitePerbesar
Daihatsu Gran Max Cargo terbaru di pasar Jepang. Foto: Daihatsu

Belakangan ini media sosial diramaikan oleh maraknya kasus pencurian Engine Control Unit (ECU) yang menyasar kendaraan komersial Daihatsu Gran Max. Komponen vital yang kerap disebut sebagai otak kendaraan ini menjadi incaran utama para pelaku kejahatan, karena proses pembongkarannya yang tergolong cepat.

Pemilik spesialis layanan pemeriksaan kendaraan Inspector Mobil, Sundoro Edi Pranoto, membeberkan alasan teknis mengapa ECU Daihatsu Gran Max begitu mudah digasak oleh pencuri di tempat umum.

"Posisi ECU-nya itu ada di dashboard sebelah kiri dan sangat gampang dicopotnya," ujar Sundoro saat dihubungi kumparan, Selasa (8/9/2026).

Ilustrasi Kaca Mobil Pecah Foto: Alfons Yoshio/kumparan

Selain letaknya yang sangat terjangkau, faktor utama yang membuat Gran Max rentan terhadap aksi kejahatan adalah minimnya fitur keamanan bawaan pada kendaraan komersial tersebut.

"Tingkat keamanan mobil ini juga tergolong minim karena belum dilengkapi dengan fitur Immobilizer," lanjut Sundoro.

Ketiadaan sistem keamanan elektronik canggih membuat pelaku kejahatan tidak membutuhkan waktu lama atau peralatan khusus untuk meretas sistem saat memisahkan komponen ECU dari tempatnya.

Mengenai motif di balik maraknya pencurian komponen ini, Sundoro menilai ada dorongan kuat dari tingginya permintaan unit pengganti di pasar gelap. Popularitas Gran Max sebagai armada operasional bisnis di Indonesia turut menciptakan celah pasar ilegal yang menggiurkan bagi para pelaku.

ECU Mobil Foto: dok. Magnetimarelli

"Biasanya buat dijual lagi. Gran Max kan angka penjualannya sangat tinggi, berarti maling melihat celah permintaan terhadap ECU di pasar gelap juga tinggi," paparnya.

Dinamika hukum suplai dan permintaan di pasar gelap inilah yang memicu penjarahan ECU makin marak. Pembeli yang tergiur harga murah tanpa melacak asal-usul barang secara tidak langsung merawat ekosistem pencurian tersebut.

Sundoro menambahkan bahwa posisi ECU yang rawan dan minim pengamanan ini tidak hanya ditemukan pada Daihatsu Gran Max, melainkan juga pada beberapa model kendaraan populer lainnya di tanah air.

"Selain Gran Max, ada juga mobil lain yang posisi ECU-nya sama-sama di dasbor sebelah kiri, contohnya seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia," ungkapnya.

Daihatsu Gran Max Foto: dok Aditya Pratama Niagara/kumparan

Untuk mengantisipasi aksi pencurian ECU yang biasanya diawali dengan modus pemecahan kaca pintu depan, Sundoro membagikan sejumlah langkah pencegahan ekstra yang bisa dilakukan oleh para pemilik armada.

"Kalau mau maksimal, bisa bikin 'kandang macan' di bagian kaca. Kan posisinya itu biasanya dipecahin kacanya, jadi dibikin tralis kecil mirip seperti mobil pengantar uang," saran Sundoro.

Pemasangan teralis besi pengaman di balik kaca jendela depan akan menyulitkan dan mengulur waktu pelaku kejahatan saat mencoba menjangkau area dasbor kiri tempat ECU terpasang.

Selain modifikasi fisik pada area interior, Sundoro menekankan pentingnya kewaspadaan pengemudi dalam memilih lokasi parkir kendaraan, terutama saat malam hari atau ketika ditinggal dalam durasi lama.

Daihatsu pamerkan ubahan Gran Max di GIICOMVEC 2026. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

"Area parkir sudah pasti jangan sembarangan," tegasnya.

Pemilik kendaraan sangat disarankan untuk selalu memanfaatkan area parkir resmi yang dilengkapi pengawasan CCTV serta pencahayaan yang memadai demi menekan potensi terjadinya aksi kejahatan di ruang publik.