Rumor CVT Mobil Nissan Gampang Rewel, Ini Kata Bengkel Spesialis

Transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) dipakai luas pada mobil modern berkat perpindahan tenaganya yang terasa halus tanpa hentakan. Namun keunggulan tersebut datang bersama kekhawatiran soal biaya perbaikan yang acap terbilang besar, salah satunya melekat pada Nissan.
Feri Hanzah, pemilik bengkel spesialis Nissan dan Datsun Hanz Auto Service, mengatakan bahwa keluhan tersebut sebenarnya berakar pada pola perawatan pemiliknya. Ia menempatkan seluruh model Nissan bertransmisi CVT dalam kategori yang sama.
“Sejujurnya semuanya (CVT mobil Nissan) bukan rewel, tapi harus hati-hati. Karena perawatan CVT itu durasinya panjang, orang sering lupa. Minimal untuk ngecek, olinya ini sudah waktunya belum ya, atau terakhir saya ganti oli transmisi kapan ya,” kata Feri saat ditemui kumparan di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (14/9).
Sejumlah model Nissan yang menggunakan CVT antara lain Serena C26 dan C27, X-Trail T31 dan T32, Juke, serta Livina keluaran 2013 ke atas. Model-model lain di bawah tahun tersebut masih mengandalkan transmisi matik konvensional.
Untuk menjaga kondisi CVT, Feri menyarankan pemilik tidak menunggu sampai muncul gejala kerusakan sebelum melakukan perawatan. Ia menyebut penggantian oli secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kinerja transmisi.
“Kalau enggak salah rekomendasi pabrikan ganti oli tiap 80 ribu kilometer. Ya minimal dua tahun sekali ganti oli, 4 liter, nggak perlu dikuras dulu, paling minimal segitu. Menurut saya itu konsekuensi ketika orang memilih mobil CVT, harus aware dengan olinya,” ucap pria yang pernah menjadi mekanik Nissan pada tahun 2010-2021 itu.
Menurut Feri, kondisi lalu lintas padat di Jabodetabek menjadi faktor lain yang memperpendek usia CVT mobil. Kemacetan panjang membuat transmisi bekerja tanpa jeda dengan aliran udara pendingin yang minim.
Pada kondisi tertentu, Feri juga menyarankan pengemudi memberikan waktu istirahat bagi kendaraan. Terutama saat mobil digunakan dalam kemacetan panjang di jalan menanjak. Kendaraan dapat diistirahatkan sekitar 30 menit untuk membantu menurunkan temperatur sebelum kembali digunakan.
Perawatan tersebut menjadi penting karena kerusakan CVT bisa menguras biaya cukup besar. Feri mengungkapkan, perbaikan pada transmisi yang sudah mengalami kerusakan parah dapat menelan biaya Rp 15 juta hingga Rp 20 juta dengan menggunakan komponen copotan asal Singapura.
"Buat CVT kalau mau tambahin biaya dikit lagi, pakai cooler tambahan, seperti radiator tambahan di motor. Fungsinya untuk mendinginkan oli CVT-nya. Nanti kami kustom dari saluran filter CVT dikeluarin, dimasukkan ke radiator kecil, itu cukup membantu menurunkan suhu," pungkasnya.
