Sedan Listrik Mazda 6e Terdaftar di RI, Punya NJKB Rp 400 Jutaan

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda
zoom-in-whitePerbesar
Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda

Mazda tampaknya semakin serius menggarap pasar mobil listrik di Indonesia. Setelah menghadirkan MX-30 dalam jumlah terbatas, kini nama Mazda 6e muncul dalam daftar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mengindikasikan peluang kehadiran sedan listrik tersebut di Tanah Air.

Mobil listrik Mazda 6e atau EZ-6 sudah terdaftar di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 dengan besaran Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) mulai Rp 413 juta.

Sebagai catatan, angka NJKB bukan menjadi acuan harga jual yang akan ditebus konsumen. Sebab, belum termasuk besaran sejumlah elemen pajak.

NJKB Mazda 6e. Foto: dok. Permendagri

Mazda 6e lahir di China pada Oktober 2024 lalu, hasil dari kerja sama antara Mazda dan Changan Automobile. Menghasilkan sedan full listrik yang mengisi posisi Mazda 6.

Kendati dirancang bersama pabrikan Tiongkok, Mazda 6e tetap mengusung karakter Kodo Design sebagai ciri khas Mazda. Walau dengan pendekatan yang lebih futuristik.

Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda

Fascia depan masih mengadopsi ornamen grill besar, namun tertutup. Menariknya, ada detail LED yang mengelilingi grill tersebut, kemudian terhubung ke cluster lampu utama.

Geser ke samping, siluetnya mengalir harmonis hingga ke belakang. Lekuk bodi streamline membuatnya terkesan aerodinamis. Sektor kaki-kaki pun tampak kokoh, utamanya berkat pelek 19 inci two-tone yang diadopsinya.

Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda

Sektor buritan pun masih ‘Mazda’. Ada lampu dengan dua lingkaran yang dihubungkan dengan LED memanjang. Kemudian di bibir bagasi tersemat active spoiler untuk meningkatkan figur aerodinamika.

Meski terlihat seperti sedan, pintu bagasi Mazda 6e terbuka hingga bagian kaca. Sehingga, ia bisa disebut sebagai liftback. Adapun bagasi tersebut punya kapasitas 336 liter dan bisa dimaksimalkan hingga 1.074 liter.

Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda

Masuk ke kabin, cita rasa pengembangan ala Tiongkok baru terasa. Minim tombol fisik, layar besar 14,6 inci di tengah sebagai pusat hiburan dan pengaturan, serta panel instrumen 10,2 inci full layar.

Bukan cuma itu, layout konsol tengah tinggi dan floating disertai dua slot wireless smartphone charger turut memperkuat identitasnya sebagai ‘blasteran’ Jepang-Tiongkok.

Meski begitu, interior Mazda 6e tidak bisa dipandang negatif. Aura premum terpancar dari penggunaan material kulit berwarna tan berpadu hitam. Menciptakan atmosfer mewah namun tetap dinamis khas Mazda.

Jarak tempuh 560 kilometer

Mobil listrik Mazda 6e. Foto: Dok. Mazda

Spesifikasi teknis Mazda 6e cukup kompetitif. Ia punya baterai 78 kWh dengan daya tempuh 560 kilometer dalam satu kali cas. Kemampuan DC fast charging Mazda 6e mampu mengisi daya dari 30-80 persen hanya dalam 15 menit.

Tenaga yang dihasilkan dari motor penggerak di sumbu roda belakang mencapai 254 dk dan torsi 290 Nm. Format tersebut cukup berbeda dibandingkan mayoritas Mazda modern yang mengadopsi penggerak roda depan.

Apabila dipasarkan di Indonesia, Mazda 6e jadi model BEV Mazda kedua setelah Mazda MX-30. Nampaknya, Mazda 6e bisa diterima oleh konsumen di segmen premium sebagai sedan VIP.

instagram embed