Tembus Tiga Besar Dunia, Investasi Pabrik Gemuk Shell Marunda Rp 1,2 Triliun

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pabrik gemuk Shell di Marunda. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik gemuk Shell di Marunda. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

PT Shell Indonesia mengembangkan bisnisnya di pasar otomotif dan manufaktur nasional. Raksasa energi asal Belanda tersebut resmi mengoperasikan fasilitas Pabrik Manufaktur Gemuk (Grease Manufacturing Plant/GMP) terbarunya di Marunda, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Langkah ekspansi ini tidak main-main. Shell menggelontorkan dana investasi bernilai fantastis hingga triliunan rupiah demi memperkuat basis rantai pasok minyak pelumas di Tanah Air.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa komitmen investasi yang disiapkan Shell untuk proyek strategis ini mencapai angka Rp 1,2 triliun.

"Berdasarkan laporan yang saya terima dari pihak Shell, investasi GMP Marunda kali ini rencananya sekitar Rp 1,2 triliun dengan realisasi sekitar Rp 1,04 triliun pada Mei 2025," ujar Agus saat meresmikan fasilitas tersebut di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026).

Pabrik gemuk Shell di Marunda. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Menperin menilai, kucuran dana jumbo ini memiliki nilai strategis bagi peta jalan industri nasional. Fasilitas baru ini tak cuma menambah kapasitas produksi pelumas domestik, tetapi juga memboyong alih teknologi manufaktur modern ke dalam negeri.

"Inilah arah dari industrialisasi yang kita hendaki, investasi yang tidak hanya berorientasi pada pasar, khususnya pasar dalam negeri, tapi juga investasi yang dapat memperkuat kapasitas produksi, memperkuat nilai tambah, teknologi, dan juga ekosistem industri nasional," terangnya.

Berdiri di atas kawasan industri terpadu, pabrik gemuk anyar milik Shell ini dirancang memiliki kapasitas produksi terpasang mencapai 12.000 ton per tahun.

Pabrik gemuk Shell di Marunda. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Menariknya, Agus menyebut daya tampung produksi sebesar itu langsung menempatkan GMP Marunda ke dalam jajaran tiga besar fasilitas manufaktur grease terbesar milik Shell di tingkat global.

Fasilitas anyar ini sekaligus melengkapi kompleks Pabrik Pelumas (Lubricant Oil Blending Plant/LOBP) Marunda yang sebelumnya telah diekspansi pada 2022 lalu dengan kemampuan memproduksi hingga 300 juta liter pelumas per tahun.

Kehadiran pabrik pelumas kental alias gemuk ini menjadi angin segar bagi upaya pemerintah dalam menekan arus impor produk komoditas otomotif dan industri pendukungnya.

Menperin Agus Gumiwang di Pabrik gemuk Shell di Marunda. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Pasalnya, catatan Kemenperin menunjukkan Indonesia masih mengimpor produk grease sebanyak 22.377 ton pada 2025 lalu. Dari angka tersebut, lebih dari separuhnya yakni 11.767 ton merupakan pasokan pelumas merek Shell Gadus yang didatangkan dari luar negeri.

Adanya GMP Marunda, seluruh kebutuhan pelumas Shell Gadus kini bisa digarap penuh oleh anak bangsa di dalam negeri. "Dan ini merupakan bukti nyata dari upaya kita bersama untuk menciptakan substitusi impor," tegas Agus.