Toyota Cermati Pasar Domestik Imbas Nilai Rupiah Melemah

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Harga resmi Toyota Veloz HEV dan Yaris Cross G HEV meluncur di IIMS 2026, (5/2/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Harga resmi Toyota Veloz HEV dan Yaris Cross G HEV meluncur di IIMS 2026, (5/2/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

PT Toyota-Astra Motor (TAM) coba menanggapi dampak yang mungkin dapat ditimbulkan dari nilai mata uang rupiah yang melemah terhadap dolar AS saat ini. Pabrikan berupaya agar produk yang ditawarkan tetap kompetitif bagi konsumen.

"Namun yang pasti kami selalu monitor adalah bagaimana customer kami. Kita tidak mau bahwa ini semua dibebankan oleh customer. Jadi kita terus monitor," buka Direktur Pemasaran PT TAM, Bansar Maduma ditemui di Senayan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

Menyoal situasi tersebut akan membuat harga dari lini Toyota menjadi naik, Bansar belum bisa mengungkapkannya secara gamblang. Pihaknya akan melakukan komunikasi intens dengan Toyota Group dan juga para pemasok di dalam negeri.

"Untuk saat ini kita masih mencoba menjaga. Khususnya kalau misalkan kenaikan dolar, pastinya kita akan bekerja sama dengan Toyota Group. Kita bukan hanya kami sebagai distributor, tapi juga kami di-support oleh manufacturer dan juga supplier," terangnya.

Toyota Raize 1.0T GR Sport tampil di IIMS 2026. Foto: Sena Pratama/kumparan

"Kita berdiskusi dengan mereka terus bagaimana bisa mengurangi impact terhadap kenaikan eksternal ini. Kita tidak bisa bekerja sendiri karena membuat kendaraan itu pastinya dibutuhkan satu rangkaian produksi," jelas Bansar.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Toyota secara wholesales (dari pabrik ke diler) maupun retail (dari diler ke konsumen) pada caturwulan pertama 2026 cukup konsisten meningkat.

Penyaluran ke jaringan diler Toyota selama Januari hingga April kemarin saat ini sudah mencapai 86.270 unit dengan pangsa pasar 29,8 persen dan ritel sebanyak 87.424 unit (market share 30,4 persen).

Secara bulanan, hanya Maret yang menjadi periode dengan penjualan paling sedikit. Umumnya hal tersebut disebabkan oleh masa hari kerja yang lebih sedikit dibanding bulan lainnya karena momen Lebaran dan libur panjang.